Demo di Jakarta
Melayat ke Rumah Duka, Pasha Ungu Menangis saat Berdoa di Sisi Jenazah Driver Ojol Affan Kurniawan
Pasha Ungu menangis saat berdoa di sisi jenazah Affan Kurniawan, ojol yang tewas dilindas mobil rantis Brimob.
Penulis:
Salma Fenty Irlanda
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
TRIBUNNEWS.COM - Vokalis band Ungu, Pasha, terlihat melayat ke rumah duka driver ojek online yang tewas dilindas mobil rantis Brimob, Affan Kurniawan, Kamis (28/8/2025) malam.
Ditemani istrinya, Adelia Wilhelmina, pria bernama asli Sigit Purnomo Syamsuddin Said ini hadir mengenakan setelan kemeja hitam dan juga peci.
Tampak dalam unggahan yang dibagikan Pasha lewat Instagramnya @pashaungu_vm, kedatangannya disambut keluarga Affan.
Ia langsung memeluk ayah dan ibu pemuda 21 tahun tersebut.
Ayah tujuh anak itu tampak menangis tatkala berdoa di sisi jenazah Affan.
Kala memulai doanya di samping jasad Affan yang sudah ditutup jarik, tangisnya pecah sembari terus melanjutkan doanya.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional ini mengungkapkan duka cita mendalamnya pada keluarga Affan.
"Saya atas nama keluarga, hari ini saya bawa istri saya. Saya sekali lagi menyampaikan rasa duka yang mendalam. Saya tadi begitu mendengar berita ini, tidak tenang hati saya. Apa pun alasannya, apa pun penyebabnya, tetap harus ada yang bertanggung jawab," kata Pasha saat memberikan sambutan.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan berjanji akan mengurus kasus ini sampai tuntas.
"Saya minta teman-teman tetap tenang, kita semua akan bekerja untuk itu sampai tuntas," janji pria 45 tahun tersebut.
Dalam caption-nya, Pasha juga menyebut Affan sebagai syahid.
Baca juga: Anies Baswedan Ungkap Pesan Ibunda Affan Kurniawan Driver Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob
"Selamat jalan 'syahid' Affan Kurniawan.. Patah hati ini ya Allah, patahnya hati ini," tandas Pasha.
Ayah Kiesha Alvaro itu berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
"Ditabahkanlah keluarga yang ditinggalkan.. dikuatkanlah sahabat yang mendoakan.. diterangkanlah kubur bagi sang penjuang.. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. surga menanti De.." tambah mantan suami Okie Agustina ini.
Kronologi Tewasnya Affan Kurniawan
Aksi polisi membubarkan massa demo di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam berakhir duka.
Seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan, tewas setelah dilindas mobil rantis Brimob yang melintas ugal-ugalan untuk membubarkan massa.
Affan tak turut dalam barisan pendemo malam itu.
Ia hanya sedang mengantar makanan pesanan pelanggan melalui aplikasi Gojek.
Dalam video yang beredar, Affan nampak tersandung saat mobil aparat itu melaju kencang.
Tubuhnya terjengkang tatkala rantis Brimob Polda Metro Jaya tersebut menubruknya dari belakang.
Affan tak bisa menghindar hingga dilindas mobil berbobot lebih dari satu ton itu.
Terlihat mobil Rantis Brimob itu sempat berhenti setelah menabrak Affan.
Alih-alih mundur-mundur, mobil yang ditumpangi tujuh orang anggota polisi itu justru tancap gas melindas pemuda 21 tahun tersebut, lalu kabur ke arah Tugu Tani meninggalkan tubuh Affan yang sudah bersimbah darah di lokasi.
Video detik-detik tewasnya Affan viral di segala lini masa media sosial.
Pemakaman Affan Diiringi Ribuan Ojol

Affan Kurniawan (21), dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/8/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Jalan Sudirman sempat menghijau oleh iring-iringan ojol, membuat lalu lintas padat dan warga sekitar ikut mengabadikan momen.
Iring-iringan mobil jenazah yang membawa jasad Affan Kurniawan tampak menyita perhatian warga.
Ratusan lebih pengemudi ojol ikut dalam iring-iringan mobil jenazah untuk mengantarkan jasad Affan Kurniawan ke tempat peristirahatan terakhir.
Sejumlah warga yang berada di trotoar jalan menyaksikan jalan yang dilalui iring-iringan tersebut tampak menghijau karena warna jaket yang digunakan masing-masing pengemudi ojol tersebut.
Para warga yang tengah berada di sisi jalan pun mengabadikan momen solidaritas pengemudi ojol ini berlangsung.
Saat keranda almarhum tiba di area pemakaman, suasana riuh dari pelayat langsung mengerumuni area sekitar tenda.
Keluarga yang hadir, yakni ibu, ayah, dan kakak, dan dua adiknya pun langsung histeris.
Sang ibu dengan langkahnya yang gontai hanya bisa duduk di pinggiran makam sembari terus menangis.
Ia sedikit mengesot untuk bisa melihat jenazah putranya untuk terakhir kalinya.
Begitu pula dengan adik perempuannya, dia nampak menangis tak henti, terutama ketika keranda Affan dibuka.
Sementara sang ayah, mengaku tak sanggup turun ke liang lahat untuk mengantarkan jasad anaknya terakhir kali.
Ia terlihat dipapah, serta dibantu minum lantaran napasnya sesak serta tubuhnya bergetar.
Beberapa pengemudi mengepalkan tangan ke udara dan membawa bendera kuning sebagai simbol duka.
Barulah saat tanah merah mulai menutupi tubuhnya yang sudah berbalut kain kafan masuk, Zulkifli, ayahnya mulai mendekat untuk menaburkan bunga.
Sementara kakak laki-lakinya nampak lemas dan hampir pingsan kala menyaksikan tubuh adiknya menyatu dengan tanah.
Adapun sepanjang pemakaman, para pelayat yang rata-rata driver ojek online, menyerukan perlawanan dan menuntut keadilan atas apa yang terjadi kepada Affan.
"Usut tuntas kasusnya!," seru pelayat.
Sosok Affan Kurniawan
Usia: 21 tahun
Domisili: Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat
Status: Belum menikah
Pekerjaan: Driver ojek online, sebelumnya satpam
Keluarga: Tinggal di kontrakan bersama orang tua, kakak, dan adik perempuan yang masih SMP
Karakter: Rajin, pendiam, tulang punggung keluarga
Divisi Propam Polri telah mengamankan dan memeriksa tujuh personel Brimob yang berada di dalam rantis saat kejadian:
- Kompol C
- Aipda M
- Bripka R
- Briptu D
- Bripda M
- Bharaka Y
- Bharaka D
Pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob Kwitang.
Identitas sopir rantis masih didalami, karena belum ada yang mengakui peran sebagai pengemudi
Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Prosesi Pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak Emosional, Keluarga dan Ratusan Ojol tak Kuat,
(Tribunnews.com/ Salma) (Wartakota/ Nuri Yatul Hikmah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.