Film 'Menuju Pelaminan' Bukti Eksistensi PFN di Industri Perfilman
Ifan mengatakan film ini menjadi langkah awal PFN untuk kembali aktif menghadirkan karya yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak dilantik sebagai Direktur Utama Produksi Film Negara (PFN), Ifan Seventeen akhirnya unjuk gigi dalam project film.
Bersama PFN, ia terlibat dalam produksi film Menuju Pelaminan, yang menjadi proyek film pertama sejak menjabat sebagai Direktur Utama pada Maret 2025 lalu.
Ifan mengatakan film ini menjadi langkah awal PFN untuk kembali aktif menghadirkan karya yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Baca juga: Bhisma-Maizura Menuju Pelaminan, Diwarnai Konflik Budaya Jawa-Minang
“Film ini lahir dari salah satu program milik PFN, yaitu Indonesian Film Financing," kata Ifan Seventeen di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025).
"Di program ini, PFN ingin hadir sebagai fasilitator untuk memunculkan karya-karya yang banyak mengandung kekayaan budaya Indonesia,” ujar Ifan.
Menurutnya, PFN berperan bukan hanya sebagai investor, tetapi juga orkestrator yang mempertemukan kreator daerah, mitra, dan pelaku industri.
“Kita pengen hadir bukan sekadar bikin film, tapi jadi jembatan antara ide kreatif dengan dukungan finansial dan jaringan yang tepat,” tambahnya.
Penunjukan Ifan sebagai Dirut PFN menuai kritik. Ia dinilai tak kompeten karena latar belakangnya sebagai musisi.
Namun, film Menuju Pelaminan setidaknya menjadi jawaban bahwa Ifan bisa membuat PFN kembali aktif di industri perfilman Tanah Air.
Film Menuju Pelaminan dibintangi oleh Bhisma Mulia dan Maizura. Keduanya berperan sebagai pasangan muda dari dua budaya berbeda yakni Jawa dan Minangkabau yang harus menghadapi konflik keluarga menjelang pernikahan.
Bhisma mengatakan karakternya, Fajar, sangat relevan dengan generasi muda saat ini.
“Fajar ini mewakili generasi milenial dan Gen Z yang punya ketakutan atau kebingungan menuju pernikahan. Lewat film ini, aku belajar bahwa setiap keputusan pasti ada alasannya,” jelas Bhisma.
Sementara itu, Maizura mengaku tertantang karena harus memerankan perempuan Minang, sementara dirinya berdarah Bugis.
“Ini pertama kalinya aku memerankan karakter Minang. Aku belajar bahasa dan dialeknya juga," ungkap Maizura.
"Seru banget karena aku jadi tahu bagaimana karakter perempuan Minang yang kuat tapi lembut,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ifan-Seventeen-1-07102025.jpg)