Susul Jumbo, Animasi Fantasi Karya Sutradara Muda Indonesia Mendunia, Tembus Comic Con London 2025
Anmimasi 3D berjudul The Heir of Time resmi debut di MCM Comic Con London 2025, sebuah ajang terbesar bagi para pecinta pop culture dunia.
Ringkasan Berita:
- Indonesia kembali dilirik dunia karena karya-karya animasi.
- Satu karya Marco, sutradara muda Indonesia berjaya di MCM Comic Con London 2025.
- Kesuksesan ini mengulang kisah yang sama dengan prestasi Jumbo yang viral mendunia.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Indonesia kembali dilirik dunia karena karya-karya animasi.
Kali ini anmimasi 3D berjudul The Heir of Time resmi debut di MCM Comic Con London 2025, sebuah ajang terbesar bagi para pecinta pop culture dunia.
Baca juga: Film Indonesia Absen di TIFF 2025, Satu Animasi Masih Dipertimbangkan Panitia
Ajang kreatif yang di Inggris tahun ini bukan hanya ajang hiburan, tapi juga panggung global bagi kreator dari berbagai negara — termasuk Indonesia — untuk menunjukkan karya terbaik
Serial animasi 3D bergenre sci-fi fantasi ini merupakan karya dari animator dan sutradara muda Indonesia Marco Jonathan.
Perjalanan Marco di dunia perfilman dimulai sejak masa studinya di Inggris.
Karyanya Inception of Silence dan Peace Process berhasil memenangkan perhargaan film pelajar seperti Covent Garden Film Festival 2025 dan RTS West of England Student Awards.
Ide cerita The Heir of Time muncul saat Marco masih duduk di bangku kuliah.
“Dunia ini penuh dengan dinamika kekuasaan, konflik, dan harapan akan perdamaian. Saya ingin membuat karya yang relevan dengan pengalaman manusia, tetapi dikemas dalam balutan fantasi epik,” tutur Marco ditulis di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Kisah ini bercerita tentang tokoh Sel, putri bangsa Elf sekaligus pewaris tunggal Dinasti Armelion.
Sel memiliki kemampuan mengendalikan waktu dan berjuang membawa perdamaian dalam dunia yang dilanda konflik lintas generasi, politik, hingga pertempuran antarbangsa.
Baca juga: Film Animasi Merah Putih One For All Panen Kritikan, Raih Rating Bintang 1 di IMDb
Mesmi dalam balutan fantasi, The Heir of Time membawa identitas Indonesia.
Mulai dari sistem faksi, gaya bela diri, desain kostum, bahkan cara salam dan interaksi sosial banyak mengambil inspirasi dari tradisi Jawa dan Sumatra.
Cerita juga menggambarkan dinamika geopolitik yang terinspirasi sejarah Nusantara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ANIMASI-KARYA-ANAK-BANGSA-mendunia.jpg)