Rabu, 15 April 2026

Dari Kelas ke Layar Lebar: Delapan Karya Siswa SMK Budi Luhur Mejeng di Bioskop

Kesuksesan penyelenggaraan BCF 2025 tak lepas dari sinergi antara siswa dan tenaga pendidik yang memberikan pendampingan intensif serta rutin dan baik

Penulis: Willem Jonata
Editor: willy Widianto
Istimewa/IST
KREATIVITAS SISWA VOKASI - Screening eksklusif film pendek dan animasi karya orisinil siswa SMK Budi Luhur pada perhelatan Bluvocation Creative Festival (BCF) 2025 di bioskop XXI Bintaro Xchange Mall 2, 10 Desember 2025. Acara itu dihadiri Ketua Pelaksana Projek Kreatif Kewirausahaan, Cika Mutiara Rahmakinanti, dan Kepala Sekolah SMK Budi Luhur Joko Waluyo. 
Ringkasan Berita:
  • Pendidikan vokasi unjuk gigi dalam karya
  • BCF 2025 pembuktian bahwa ide-ide cemerlang siswa SMK
  • Wujud pengaplikasian mata pelajaran PKK yang fokus pada pengembangan inovasi bernilai ekonomis

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dunia pendidikan vokasi kembali menunjukkan kapasitasnya dalam melahirkan talenta muda yang siap bersaing di industri kreatif. Hal itu tampak jelas dalam perhelatan puncak Bluvocation Creative Festival (BCF) 2025 sebuah festival yang menjadi ruang unjuk karya bagi para siswa SMK Budi Luhur. 

Baca juga: Vokasi Kemenperin Siap Go Global, Cetak SDM Industri Bertaraf Internasional

Tidak sekadar acara internal sekolah, momentum ini menjelma menjadi pembuktian bahwa karya pelajar vokasi mampu menembus standar profesional. Sebanyak delapan karya film pendek dan animasi ditayangkan di layar lebar jaringan bioskop XXI Bintaro Xchange Mall 2 sebuah panggung yang biasanya hanya dihuni oleh karya sineas industri.

Penayangan tersebut menjadi validasi bahwa proses belajar di kelas, khususnya melalui mata pelajaran Projek Kreatif Kewirausahaan (PKK), mampu bertransformasi menjadi karya yang diakui secara nyata. Kepala SMK Budi Luhur, Joko Waluyo, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian siswa di ajang tersebut.

“BCF 2025 hadir sebagai wadah nyata kreativitas dan inovasi siswa kami. Ini menunjukkan bahwa ide-ide mereka memiliki kualitas yang layak bersaing di industri kreatif profesional,” ujarnya, Kamis(11/12/2025).

Baca juga: Bertemu Produser dan Sutradara Bravo Romeo Production, Bamsoet: Sinema adalah Wajah Budaya Bangsa

Pada puncak acara yang digelar Rabu (10/12/2025), delapan karya orisinil dari siswa kelas 11 jurusan Broadcast TV, Animasi, dan Software Engineering diputar untuk publik. Empat film pendek yang tampil adalah Gak Beres, Satu Klik Ribuan Masalah, Sekawan, dan Teruntuk Raya. Sementara itu, empat animasi yang ditayangkan berjudul Asmara, Hang On, Meraih Harapan, dan One Last Stop.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap kompetisi eksternal, film pendek 30 Hari Sebelum Putus dari Tidur Siang Production—peraih Juara 1 lomba film pendek—juga mendapat kesempatan tayang.

Ketua Pelaksana PKK, Chika Mutiara Rahma Kinanti, menyampaikan bahwa skala festival tahun ini meningkat drastis.

“Tahun ini event kami upscale menjadi Blu Vacation Creative Fest, tidak hanya fokus pada apresiasi film dan animasi, tetapi juga menghadirkan lomba dan workshop,” tuturnya.

Festival ini menjadi bentuk penerapan PKK yang menekankan inovasi bernilai ekonomis. Dengan kekuatan jurusan di bidang industri kreatif dan teknologi, SMK Budi Luhur memilih konsep event organizer sebagai produk kewirausahaan yang melibatkan siswa lintas jenjang. Siswa kelas 12 berperan sebagai penyelenggara acara, sementara siswa kelas 11 menjadi kreator konten film dan animasi.

Kesuksesan penyelenggaraan BCF 2025 tak lepas dari sinergi antara siswa dan tenaga pendidik yang memberikan pendampingan intensif. Ketua Pelaksana BCF 2025, Sonia Patricia Sahulata, menegaskan bahwa festival ini bukan hanya ruang apresiasi, tetapi juga bukti komitmen sekolah terhadap pengembangan talenta muda.

“Festival ini mendorong setiap siswa untuk berkembang secara berkelanjutan hingga mampu menghasilkan karya yang bermakna dan menginspirasi,” ujarnya.

Sebelum mencapai puncaknya, BCF 2025 telah berjalan sejak Oktober dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan siswa, komunitas, hingga praktisi industri. Pada 25 Oktober, festival dibuka dengan lomba menghias tote bag untuk siswa SD serta seminar kesehatan bekerja sama dengan RS Bhakti Asih.

Komitmen menghadirkan pengalaman belajar dari pelaku industri juga terlihat dalam sesi edukasi pada 15 November, menghadirkan ilustrator Mulky Taufan dengan tema Luapan Emosi dalam Bentuk Ilustrasi dan Mattia Pellegrino dengan materi From Script to Screen.

Baca juga: Tingkatkan Keterampilan, Masyarakat di Wilayah Pedesaan Diberikan Pelatihan Vokasi

Rangkaian tersebut dilanjutkan pada 22 November melalui talkshow bersama Wasawho bertajuk Explore Mobile App Development & Digital Creativity, sebelum akhirnya ditutup dengan penayangan karya siswa di XXI pada 10 Desember 2025.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved