Lagu Baru Givri Taj Kisahkan Wanita Setia yang Hadapi Kenyataan Pahit Dikhianati
Lewat liriknya, lagu ini menyuarakan kegelisahan dan pertanyaan yang kerap muncul ketika kesetiaan tidak dibalas dengan hal serupa.
Ringkasan Berita:
- Lagu baru Givri Taj menjadi penanda langkah Givri menghadirkan musik dangdut yang relevan dengan dinamika perasaan dan selera musik masa kini
- Meski mengusung tema galau dan emosional, Givri memastikan lagu ini tetap ringan untuk dinikmati.
- cerita dalam lagu ini bukan hanya pengalaman personal, melainkan juga representasi dari perasaan banyak perempuan yang mengalami situasi serupa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi dangdut Givri Taj mengakhiri tahun ini dengan meluncurkan lagu barunya berjudul 'Di Mana Hatimu'.
Lagu ini menjadi penanda langkah Givri menghadirkan musik dangdut yang relevan dengan dinamika perasaan dan selera musik masa kini, sekaligus membuka harapan baru menuju tahun 2026.
Single tersebut mengangkat kisah perempuan yang telah setia sepenuh hati, namun harus menghadapi kenyataan pahit karena dikhianati oleh pasangannya.
Lewat liriknya, lagu ini menyuarakan kegelisahan dan pertanyaan yang kerap muncul ketika kesetiaan tidak dibalas dengan hal serupa.
“Lagu ini bercerita tentang perempuan yang sudah setia, tidak macam-macam, tapi pasangannya justru bermain di belakang," ucap Givri Taj di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025)?
"Akhirnya dia bertanya, ‘Aku bisa setia seperti ini, tapi kamu kenapa tidak? Hatimu di mana?’,” ujar Givri.
Baca juga: Givri Taj Akui Dangdut Musik yang Sulit, Harap Gen Z Bisa Mewarisinya
Meski mengusung tema galau dan emosional, Givri memastikan lagu ini tetap ringan untuk dinikmati.
Ia mengemasnya dalam balutan dangdut modern yang tidak hanya menyentuh perasaan, tetapi juga tetap mengajak pendengar untuk bergoyang.
Menurutnya, cerita dalam lagu ini bukan hanya pengalaman personal, melainkan juga representasi dari perasaan banyak perempuan yang mengalami situasi serupa.
Dari sisi musikalitas, “Di Mana Hatimu” dirancang dengan pendekatan yang lebih kekinian.
Givri menghadirkan sentuhan saxophone di bagian awal lagu untuk memberikan kesan mewah, kemudian memadukannya dengan beat yang lebih enerjik di bagian tengah.
Aransemen tersebut diharapkan mampu menjangkau pendengar lintas usia dan latar belakang.
“Dangdutnya kita kemas semodern mungkin supaya tidak ketinggalan zaman. Jadi ada unsur mewah di depan, lalu tetap enak untuk joget di tengah,” jelasnya.
Givri berharap single “Di Mana Hatimu” beserta video klipnya dapat segera dirilis setelah seluruh proses pengemasan rampung secara maksimal.
Ia ingin karya terbarunya hadir dengan kualitas terbaik sebelum dinikmati oleh pecinta musik Indonesia.
Menjelang berakhirnya 2025, Givri menargetkan tahun depan sebagai momentum untuk kembali lebih produktif.
“Semoga apa yang belum tercapai di 2025 bisa terwujud di 2026. Mohon doanya,” ungkap Givri.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Givri-Taj-1-24122025.jpg)