Kontroversi Inara Rusli
Inara Rusli Tempuh Jalur Restorative Justice, Wardatina Singgung Harga Diri
Inara Rusli mengaku ingin menyelesaikan masalahnya dengan Wardatina Mawa secara kekeluargaan, melalui Restorative Justice (RJ) .
"Selaku suami sahnya (Mawa) sendiri pun, Insan dalam hal ini, juga tidak mendapatkan respon yang baik. Bahkan setiap kali chat, ya diposting di sosial media," jelasnya.
Oleh karena itu, Inara Rusli berharap proses perdamaian dengan Wardatina Mawa bisa terwujud, dalam proses RJ di kepolisian.
"Kita lihat dulu prosesnya seperti apa nanti ke depan. Karena sampai hari ini belum ada kejelasan. Kita coba berdamai, tapi tidak ada respon yang baik," ujar Inara Rusli.
"Semoga ada jalan keluarnya," sambungnya.
Sikap Mawa, Singgung Harga Diri
Sementara itu, sampai detik ini, Wardatina Mawa belum mau mencabut laporannya, meski Insanul Fahmi dan Inara Rusli sudah bicara ke publik dan menyampaikan permintaan maafnya.
Wardatina Mawa tetap melanjutkan laporan polisi kepada Insanul Fahmi dan Inara Rusli terkait kasus dugaan perzinahan, di Polda Metro Jaya.
Mawa lebih memilih untuk menyuarakan isi hatinya di media sosial.
Dipantau di akun instagramnya, terakhir Mawa menyinggung luka da hancurnya kepercayaan karena perselingkuhan.
"Terkadang orang yang kita percayai justru menjadi orang yang paling menyakiti. Orang yang kita anggap rumah, yang kita percayai dengan seluruh hati, malah pergi diam-diam, meninggalkan luka yg sangat dalam. Selingkuh bukan hanya tentang kehilangan cinta, tapi tentang kepercayaan yg hancur, janji yang dikhianati, dan mimpi yang tiba-tiba retak," tulis Mawa di postingan instagramnya.
Keterangan ini dipasang dengan video Mawa bersama buah hatinya dengan Insanul Fahmi.
Mawa mengatakan dunia seolah runtuh dengan pengkhianatan.
"Rasanya seperti dunia runtuh, tapi percayalah, Nak… luka ini bukan akhir dari cerita kita. Mereka yang mengkhianati kita menunjukkan siapa mereka sebenarnya."
Ada isyarat jika Mawa kekeuh alias berkeras jika dirinya akan kuat.
Meski diakuinya jika ini termasuk kekejaman dunia, Mawa menyingung harga diri dan sikap.
Seolah ada pernyataan tegas jika dirinya bisa hidup tanpa bayangan masa lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Wardatina-Mawa-Insanul-Fahmi-Inara-Rusli.jpg)