Rey Bong Perankan Remaja Tanpa Figur Ayah di Film 'Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?'
Film "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" akan tayang di bioskop setelah momen Lebaran 2026.
Ringkasan Berita:
- Film 'Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?' mengangkat isu ketiadaan peran ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional
- Indonesia kerap disebut dalam berbagai kajian sosial sebagai negara dengan tingkat fatherless yang cukup tinggi
- Di film tersebut, Rey Bong sendiri memerankan karakter seorang remaja berusia 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA dan tengah berada dalam fase pencarian jati diri
Â
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Rey Bong membintangi film terbarunya berjudul "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?".Â
Film ini mengangkat isu fatherless yang selama ini menjadi salah satu persoalan sosial di Indonesia, yakni ketiadaan peran ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional.
Indonesia kerap disebut dalam berbagai kajian sosial sebagai negara dengan tingkat fatherless yang cukup tinggi.Â
Baca juga: Anak Zaman Sekarang Rentan Fatherless, Menteri Wihaji Minta Ayah Hadir Lewat 4 Langkah Sederhana Ini
Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan absennya sosok ayah di rumah, tetapi juga renggangnya peran emosional ayah dalam proses tumbuh kembang anak.
Lewat film ini, penonton diajak melihat potret seorang ayah yang kerap memendam badai permasalahan seorang diri demi menghadirkan kebahagiaan, kedamaian, dan kenyamanan bagi keluarganya.Â
Sosok ayah yang selalu mengalah demi anak-anaknya menjadi ruh utama dalam cerita yang diadaptasi dari buku karya Khoirul Trian ini.
Rey Bong sendiri memerankan karakter seorang remaja berusia 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA dan tengah berada dalam fase pencarian jati diri.Â
Ia harus menghadapi realitas pahit akibat permasalahan keluarga dan ketidakhadiran sosok ayah dalam hidupnya.
"Ini anak remaja umur 18 tahun masih SMA masih pencarian jati dirinya sebagai manusia dan sebagai laki-laki dia harus dipaksa lebih cepat sebagai laki-laki karena permasalahan keluarga," kata Rey Bong saat jumpa pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).
Ia menambahkan, ketidakhadiran figur ayah memberi dampak besar terhadap perkembangan karakter yang ia perankan.Â
"Karena tidak hadirnya sosok ayah dalam hidupnya. Karena dalam kehidupan anak laki-laki butuh sosok ayah yang harus menemani. Tapi dia tidak mendapatkan sosok ayah," ujarnya.
Rey mengaku langsung tertarik ketika mendapat tawaran membintangi film ini, meski awalnya belum membaca buku aslinya.Â
Ketertarikan itu muncul setelah ia mengetahui tingginya antusiasme pembaca terhadap novel tersebut.
"Waktu pertama kali ditawarkan aku belum baca bukunya. Terus pas di-mention bukunya banyak yang baca dan langsung searching," tutur Rey.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rey-Bong-1-11012026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.