Muncul Teror Usai Buku Aurelie Moeremans Viral, Sang Artis Lindungi Hesti Purwadinata Sahabatnya
Aurelie Moeremans cerita dampak bukunya viral. Ia diteror hingga memilih melindungi sahabatnya.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Aurelie Moeremans cerita dampak bukunya berjudul Broken Strings viral.
- Ia diteror hingga memilih melindungi sahabatnya, Hesti Purwadinata.
- Bahkan ancaman itu sudah sampai ke pesan whatsapp di nomor pribadi suami Hesti Purwadinata, Edo Borne.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aurelie Moeremans cerita dampak bukunya viral. Ia diteror hingga memilih melindungi sahabatnya.
Sejak bukunya viral dan banjir dukungan mulai muncul teror dari pihak yang tak bertanggung jawab dan tersinggung oleh buku itu.
Baca juga: Aurelie Moeremans Bongkar Sisi Kelam Hidupnya, Alami Grooming Sejak Usia 15 Tahun
Aurelie bercerita ketika ia pernah me-repost unggahan dukungan dari Hesti Purwadinata terkait buku Broken Strings.
Namun, setelah unggahan itu dibagikan ulang, Hesti dan sang suami justru menerima ancaman dari orang tak dikenal.
Bahkan ancaman itu sudah sampai ke pesan whatsapp di nomor pribadi suami Hesti, Edo Borne.
“Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam," ungkap Aurelie Moeremans dikutip Tribunnews.com, Senin (12/2/2026).
"Dari DM, sampai ke WhatsApp,” ungkap Aurelie.
Sebagai bukti, Aurelie bahkan menampilkan tangkapan layar pesan WhatsApp berisi ancaman yang diterima oleh Edo Borne.
Meski ancaman tersebut tidak ditanggapi, Aurelie menilai situasi itu tetap mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
“Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat,” tegas Aurelie.
Lindungi Sahabat, Dukungan Tak Direpost
Sejak saat itulah, ia memutuskan tidak lagi me-repost unggahan dukungan dari teman maupun rekan sesama artis atas buku terbarunya, Broken Strings.
Keputusan itu diambil bukan karena kurang menghargai, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar para pendukungnya tidak ikut menjadi sasaran teror.
