Sabtu, 16 Mei 2026

Kabar Artis

Psikolog Komentari Keberanian Aurelie Moeremans Ungkap Child Grooming Lewat Buku Broken Strings

Psikolog komentari keberanian Aurelie ungkap pengalaman pahit di buku Broken Strings.

Tayang:
ARIE PUJI WALUYO
PENGALAMAN PAHIT AURELIE - Aurelie Moeremans ketika ditemui di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022). Aurelie Moeremans buka kisah pahit child grooming, psikolog soroti dampak traumanya. 

Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans buka kisah pahit masa remaja dalam bukunya Broken Strings, mengungkap pengalaman menjadi korban child grooming.
  • Psikolog Joice Manurung menanggapi dengan rasa marah dan sedih, menyoroti dampak traumatis dan kurangnya proteksi lingkungan bagi remaja.
  • Meski penuh luka, keberanian Aurelie menulis bukunya menunjukkan proses pemulihan dan kemampuan menyikapi risiko masa lalu.

TRIBUNNEWS.COM - Nama aktris Aurelie Moeremans menarik sorotan setelah berbagi kisah masa lalunya. 

Aktris kelahiran Brussel, Belgia pada 8 Agustus 1993 itu, merilis sebuah buku berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth pada Oktober 2025.

Lewat karya tersebut, Aurelie membagikan kisah personal tentang pengalaman pahit yang ia alami saat masih remaja.

Dalam bukunya, Aurelie mengisahkan bagaimana dirinya pernah menjadi korban manipulasi dan pendekatan dari orang dewasa, sebuah proses yang dikenal sebagai child grooming.

Pengalaman itu meninggalkan luka emosional mendalam, sekaligus menjadi pengingat bahwa praktik eksploitasi terhadap anak dan remaja bisa terjadi di lingkungan yang kerap dianggap aman.

Pengakuan Aurelie ini menuai beragam respons, termasuk dari kalangan profesional.

Psikolog Joice Manurung turut memberikan tanggapannya terkait pengalaman pahit yang dibagikan sang aktris.

Joice Manurung mengaku merasa marah, karena memahami bahwa kondisi seperti ini tidak mudah dilalui dan dampaknya bisa sangat besar.

“Yang pertama saya marah, sebagai orang yang tahu kondisi mengenai seperti ini tidak mudah untuk dilalui dan dampaknya luar biasa,” ujar psikolog Joice Manurung, dikutip Tribunnews dari Instagram Rumpi TTV, Selasa (13/1/2026). 

Ia mengungkapkan kemarahannya berangkat dari pemahaman bahwa child grooming bukan sekadar peristiwa sesaat, melainkan pengalaman traumatis yang dapat membekas hingga dewasa.

“Yang kedua saya sedih, di era sekarang yang sebenarnya proteksi lingkungan yang bisa diupayakan dengan baik masih terjadi,” lanjutnya.

Baca juga: Diam di Tengah Dukungan Atas Viralnya Buku Broken Strings, Aurelie Moeremans Ungkap Adanya Ancaman

Meski begitu, Joice juga melihat sisi lain yang memberi harapan dari kisah Aurelie.

Menurutnya, keberanian Aurelie untuk menuliskan dan membagikan pengalaman tersebut menunjukkan adanya proses pemulihan yang telah dilalui.

“Namun satu sisi saya melihat satu pencerahan, bahwa kehidupannya membaik,” tuturnya.

“Dengan dia mampu menulis itu, saya yakin dia sudah melalui ini dan bisa menyikapi segala risikonya,” pungkas Joice.

Aurelie Moeremans Ungkap Adanya Ancaman

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved