Senin, 27 April 2026

Aurelie Moeremans dan Broken Strings, Dari Luka Pribadi hingga Ruang Pulih bagi Banyak Perempuan

Aurelie Moeremans bercerita pada Tribunnews.com tentang Broken Strings, buku yang ramai jadi buah bibir karena ungkap sisi kelamnya di masa lalu.

Kolase Tribunnews.com
BUKU AURELIE MOEREMANS - Aurelie Moeremans bercerita pada Tribunnews.com tentang Broken Strings, buku yang ramai jadi buah bibir karena ungkap sisi kelamnya di masa lalu. 

Jika suatu hari ia kembali merilis karya tulis, temanya mungkin masih beririsan membahas soal perempuan dan rasa trauma yang masih dekat dengannya. 

Aurelie tak lagi menuliskan kisah masa kelamnya di masa lalu lewat sebuah tulisan seperti yang dicurahkannya dalam Broken Strings.

“Kalau nanti ada buku lain, mungkin temanya masih tentang perempuan, proses pulih, dan berdamai dengan diri sendiri, tapi bukan kelanjutan langsung dari cerita ini," terangnya.

Tak Menyangka Respon Publik

Respons publik yang besar menjadi sesuatu yang berada di luar dugaan Aurelie. Ia mengaku tidak pernah membayangkan Broken Strings akan memicu diskusi luas di Indonesia bahkan menuai beragam tanggapan.

“Jujur aku tidak menyangka,” katanya. 

"Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas. Tapi ternyata responsnya besar sekali. Ada dukungan, ada juga polemik, dan itu aku terima sebagai bagian dari proses," jelas Aurelie Moeremans.

Di antara semua reaksi itu, ada satu hal yang paling menyentuh hati Aurelie. Bukan polemik dari segelintir orang yang merasa tersinggung, atau dukungan rekan-rekan artis yang terasa tulus untuk Aurelie.

Tersentuh saat Bukunya Diakui Mewakili 

Hal yang mengharukan baginya adalah ketika banyak perempuan muda dan orang tua yang merasa suara mereka terwakili oleh tulisannya.

“Yang paling menyentuh buat aku adalah ketika perempuan muda dan orang tua bilang mereka merasa terbantu,” ujarnya. 

“Itu bikin semua ketakutan di awal terasa sepadan,” ucap Aurelie.

Lewat Broken Strings, Aurelie Moeremans tidak hanya menuliskan kisah hidupnya sendiri. 

Ia membuka ruang dialog, refleksi, dan pemulihan sebuah keberanian untuk jujur yang akhirnya menemukan gema jauh melampaui apa yang pernah ia bayangkan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved