Kabar Artis
Profil Kak Seto, Sikap di Masa Lalu soal Kasus Aurelie-Robby Tremonti Jadi Sorotan, Ramai Dirujak
Kak Seto menjadi sorotan di tengah ramainya cerita Aurelie Moeremans yang pernah jadi korban child grooming.
Ringkasan Berita:
- Viral cerita Aurelie Moeremans menjadi korban child grooming oleh aktor yang lebih tua.
- Kisah itu dibagikan Aurelie lewat bukunya Broken Strings.
- Di tengah viralnya cerita Aurelie, Kak Seto menjadi sorotan.
TRIBUNNEWS.com - Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto menjadi sorotan di tengah viralnya buku "Broken Strings" yang ditulis aktris Aurelie Moeremans.
Lewat buku "Broken Strings", Aurelie bercerita dirinya pernah menjadi korban child grooming dan kekerasan seksual saat berusia 15 tahun, dari aktor yang usianya terpaut jauh, hampir dua kali lipat umurnya.
Aurelie diketahui pernah menjadi sorotan pada 2010 silam, saat mengadu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) soal hubungannya dengan seorang aktor bernama Robby Tremonti.
Kala itu, Aurelie masih berusia 17 tahun dan Robby berumur 30 tahun.
Namun, menurut ibu Aurelie, Sri Sunarti, Kak Seto yang saat itu menjadi Ketua Komnas PA tak menanggapi serius aduan mereka.
Bahkan, menurut ayah Aurelie, Jean-Marc Moeremans, pihaknya beralih mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebab Kak Seto tak mengambil tindakan apapun dan terkesan berpihak pada Robby.
Baca juga: Menteri PPPA Tanggapi Buku Aurelie Moeremans, Ingatkan Bahaya Child Grooming
Pemberitaan mengenai respons Kak Seto saat itu pun beredar luas di media sosial, terutama X (dulu Twitter).
Salah satu akun X yang mengunggah pemberitaan Kak Seto di masa lalu soal kasus Aurelie-Robby adalah @mahakersa.
"Fakta bahwa ibunya Aurelie udah minta tolong Kak Seto empat kali, tapi tetap gak digubris," tulis akun tersebut, Selasa (13/1/2026), dikutip Tribunnews.com.
Profil Kak Seto
Seto Mulyadi alias Kak Seto lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 28 Agustus 1951.
Ia dikenal sebagai psikolog anak yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).
Kak Seto pernah mencoba peruntungan mendaftar kuliah di Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Indonesia (UI), namun gagal.
Kegagalan itu membuat Kak Seto kecewa dan memutuskan merantau ke Jakarta untuk menunggu tes Fakultas Kedokteran UI.
Lagi-lagi Kak Seto gagal. Atas saran Pak Kasur (pencipta lagu anak-anak), Kak Seto pun masuk Fakultas Psikologi UI dan lulus pada 1981.
Masih dari kampus yang sama, Kak Seto meraih gelar Magister Psikolog di tahun 1989 dan gelar Doktor pada 1993.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-lpai-kak-seto-mulyadi.jpg)