Kamis, 14 Mei 2026

Buku Aurelie Moeremans

Dari Memoar Aurelie Moeremans, Psikiater Ungkap Bahaya Child Grooming yang Tak Terlihat, Apa Saja?

Dampak child grooming sering tidak terlihat langsung, tetapi bisa muncul bertahun-tahun kemudian.

Tayang:
Kolase Tribunnews.com
BUKU AURELIE MOEREMANS - Aurelie Moeremans bercerita pada Tribunnews.com tentang Broken Strings, buku yang ramai jadi buah bibir karena ungkap sisi kelamnya di masa lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Aurelie Moeremans pernah menjadi korban child grooming pada usia 15 tahun yang dilakukan pria dewasa.
  • Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan, perhatian yang hangat dan peduli tidak selalu aman bagi anak.
  • Dalam kondisi tertentu, perhatian bisa menjadi bentuk child grooming.
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Memoar Broken Strings karya Artis Aurelie Moeremans membuka mata banyak orang tentang luka masa kecil tidak selalu datang dari kekerasan fisik.

E-book yang dirilis pada Oktober 2025 dan viral di awal tahun ini, menceritakan pengalaman pahit artis kelahiran Belgia ini.

Baca juga: Jessica Iskandar Terpukul Baca Kisah Aurelie Moeremans, Refleksikan ke Anak-anak

Aurelie pernah menjadi korban child grooming pada usia 15 tahun yang dilakukan pria dewasa.

Buku ini juga berisi tentang proses menyelamatkan diri seorang Aurelie.

Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan, perhatian yang hangat dan peduli tidak selalu aman bagi anak.

 

 

Dalam kondisi tertentu, perhatian bisa menjadi bentuk child grooming.

Child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang disengaja, di mana pelaku membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan pada anak, dengan tujuan mengeksploitasi emosional, psikologis hingga seksual.

"Yang berbahaya, grooming bukan peristiwa instan, tetapi proses perlahan-lahan dan sering tidak disadari," kata dr. Lahargo Kembaren di Jakarta ditulis Minggu (18/1/2026).

Pelaku child grooming bisa ditandai saat orang dewasa tampil menjadi yang paling peduli, kakak atau mentor yang paling mengerti maupun figur aman ketika anak merasa kesepian.

Grooming bukan soal sekadar sentuhan di awal, tetapi tentang kepercayaan yang dicuri perlahan.

Dampak Child Grooming pada Korban

Dampak child grooming sering tidak terlihat langsung, tetapi bisa muncul bertahun-tahun kemudian.

Secara psikologis, korban dapat mengalami kebingungan emosi, rasa bersalah berlebihan, sulit mempercayai orang lain, dan trauma dalam hubungan.

Dalam relasi, korban cenderung mudah terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, sulit mengenali batasan, dan takut mengatakan tidak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved