Jumat, 15 Mei 2026

Marsha Aruan Sakit Kepala Hadapi Jurus Fajar Sadboy Saat Syuting 'Yang Penting Ada Cinta'

Alih-alih kesulitan mendalami karakter, tantangan terberat Marsha justru datang dari lawan mainnya sendiri, Fajar Sadboy.

Tayang:
Editor: Willem Jonata
WartaKotalive.com
ADU AKTING - Marsha Aruan ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini. Ia menceritakan pengalamannya adu akting dengan Fajar Sadboy untuk series Yang Penting Ada Cinta. 

Ringkasan Berita:
  • Marsha Aruan dan Fajar Sadboy membintangi serial terbaru berjudul 'Yang Penting Ada Cinta'
  • Diakui Marsha kewalahan menghadapi tingkah laku Fajar yang sulit ditebak selama proses syuting
  • Kebingungan Marsha semakin menjadi-jadi karena gaya penyutradaraan sang sutradara, Bu Anisa

 

TRIBUNNEWS.COM – Bagi Marsha Aruan, membintangi serial terbaru berjudul 'Yang Penting Ada Cinta' ternyata tidak semanis judulnya.

Alih-alih kesulitan mendalami karakter, tantangan terberat Marsha justru datang dari lawan mainnya sendiri, Fajar Sadboy.

Mantan kekasih El Rumi ini blak-blakan mengaku kewalahan menghadapi tingkah laku Fajar yang sulit ditebak selama proses syuting.

Marsha sering kali dibuat bingung menentukan batas antara akting dan realitas saat berhadapan dengan remaja yang viral karena ekspresi sedihnya itu.

"Jujur, yang paling sulit ya itu, satu project sama Fajar," cetus Marsha Aruan saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Baca juga: Woro Gia Tak Enak Hati Usai Tampar Fajar Sadboy

Artis berusia 29 tahun itu mengungkapkan bahwa ia sering kehilangan arah karena gaya komunikasi Fajar yang unik.

Di lokasi syuting, Marsha kerap bertanya-tanya apakah Fajar sedang membawakan naskah atau sekadar menjadi dirinya sendiri.

"Aku awal-awal mengira dia memang kayak gitu. Tapi jadi bingung, dia lagi bercanda apa serius, lagi akting atau enggak," lanjutnya sembari tertawa.

Kebingungan Marsha semakin menjadi-jadi karena gaya penyutradaraan sang sutradara, Bu Anisa.

Demi mendapatkan momen organik dan humor yang natural, sutradara sering kali sengaja tidak segera meneriakkan kata "Cut!" meski dialog di naskah sudah habis.

Di momen-momen "ekstra" itulah, Fajar sering berimprovisasi yang membuat Marsha mati kutu.

"Sama Bu Anisa itu cut-nya agak lama, karena mungkin mau ambil lucunya. Sering ada momen tambahan di akhir yang enggak ada di skrip, tapi ternyata lebih bagus buat cerita," jelas Marsha.

Namun, bagi Marsha, momen tersebut justru menjadi ujian konsentrasi yang berat.

Ia sering kali "gagal fokus" karena tidak tahu apakah ia harus terus merespons Fajar atau berhenti.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved