Marcello Tahitoe Respons 'Broken Strings' Memoar Sang Mantan Aurelie Moeremans
Aurelie dalam memoarnya, secara terbuka mengisahkan pengalaman pahitnya menjadi korban child grooming saat masih remaja.
"Supaya anak muda tahu ciri-ciri child grooming dan bisa mengenalinya sejak awal. Supaya mereka bisa menghindar sebelum terlambat," ungkap wanita berusia 32 tahun tersebut.
Ia menyadari bahwa kasus yang dialaminya hanyalah puncak gunung es dari fenomena yang sering kali diabaikan oleh lingkungan sekitar.
Seringkali, korban justru tidak dipercaya atau bahkan disalahpahami oleh masyarakat.
"Kisahku hanya satu dari jutaan kasus serupa yang sering tidak terlihat, tidak dipercaya, dan disalahpahami," tulisnya lagi.
Ketulusan Aurelie dalam berbagi luka masa lalu membuahkan simpati luas dari warganet. Banyak kutipan dari bukunya yang diunggah ulang sebagai bentuk dukungan sekaligus peringatan bagi publik.
Merespons apresiasi tersebut, Aurelie merasa terharu karena pesannya sampai ke hati pembaca.
"Ini hal yang sangat besar bagi saya. Bukan karena bukunya viral, tapi karena harapan agar tidak ada lagi anak muda yang harus diam, bingung, dan terluka sendirian," tambahnya.
Bagi bintang film "Baby Blues" ini, keberhasilannya bukan diukur dari angka penjualan buku, melainkan dari dampak nyata bagi perlindungan anak-anak di Indonesia.
"Kalau dengan bersuara aku bisa mencegah satu anak saja harus melewati apa yang aku lalui, maka itu sudah lebih dari cukup," pungkasnya.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Marcello-Tahitoe-nama-anak.jpg)