Konflik Keluarga Denada
Pengakuan Denada Via Video Belum Sentuh Hati Ressa, Kuasa Hukum Duga Ada Ketakutan di Baliknya
Ressa secara blak-blakan menyebut bahwa permintaan maaf Denada belum menyentuh hatinya. Ia belum bertemu sang ibu.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik keluarga Denada menyusul munculnya Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anaknya masih belum usai.
Drama masih berlanjut, meski Denada baru saja merilis sebuah video pengakuan dan permintaan maaf kepada publik namun ini dirasa belum pas di hati Ressa.
Baca juga: Soroti Permintaan Maaf Denada, Andi Soraya Sesalkan Nama Ibu Angkat Ressa yang Tak Disebut
Ressa secara blak-blakan menyebut bahwa permintaan maaf Denada belum menyentuh hatinya.
Ressa mengaku senang melihat video Denada yang sudah mengakui dirinya sebagai anak, namun ia menilai langkah itu belum cukup untuk menebus kekosongan hubungan selama puluhan tahun.
"Alhamdulillah ya, Kak. Tapi Ressa juga pengin ditemuin. Seneng? Pasti seneng. Tapi juga (ingin) menjalin hubungan lah yang baik," kata Ressa Rizky Rossano ketika ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Senang Denada Mengakuinya Anak Kandung, Kata Ressa Jika Ditawari Tinggal Bareng
Ressa mengatakan sampai detik ini, belum ada komunikasi pribadi antara dirinya dengan Denada, usai ibu kandungnya sudah meminta maaf dan mengakui ia sebagai anaknya.
"Belum, enggak ada (komunikasi langsung). Ya kalau video itu, belum kena di anu ya (dihatinya)," ucapnya.
Padahal Ressa tidak memblokir akses komunikasi apapun kepada Denada. Ia bahkan menyimpan nomor telepon anak mendiang Emilia Contessa itu.
Tapi, Ressa masih belum berani menghubungi Denada lebih dulu. Karena ia masih melihat perkembangan sampai beberapa hari kedepan.
Namun Ressa berharap ia bisa bertemu langsung dengan Denada secepatnya.
"Penginnya cuma bertemu lah, bertemu," tegasnya.
Dugaan Ketakutan
Sementara itu, Ronald Armada selaku kuasa hukum sekaligus kerabat Ressa, memberikan tanggapan yang jauh lebih pedas.
Ronald mempertanyakan motif di balik video pengakuan Denada tersebut. Justru ia menilai masalah yang terjadi tak bisa diselesaikan hanya dalam bentuk video pengakuan saja.