Selebgram Lula Lahfah Meninggal
Awkarin Sentil Vlog Tabung Whip Pink di Apartemen Reza Arap yang Dihapus, Singgung Kebenaran
Vlog yang menampilkan tabung whip pink di apartemen Reza Arap disorot Awkarin meski telah dihapus, ia menyinggung soal kebenaran.
Kalo emang gaada apa-apa. Kenapa harus di take down vlog-nya? Sekarang ngerti, kan? :) ” tulis Awkarin, dikutip Tribunnews, Kamis (5/2/2026).
Tak berhenti di situ, permilk nama asli Karin Novilda ini juga membagikan tangkapan layar pesan dari seorang netizen yang sebelumnya sempat salah paham dan menuding dirinya memojokkan Reza Arap dalam kasus kematian Lula.
“Rin ya allah deg bngt gue maafin sebelumnya gue kesel bngt sma lu pas nyap nyap dipemakaman kemaren ya allah mau nangis bngt, Otw hapuss komen jelek gue ke elu di tt wkwkwk tolol bngt emng,” tulis netizen tersebut.
Mengingat, Awkarin tampak menangis saat menabur bunga di pusara sahabatnya.
Ia juga sempat melontarkan ungkapan kekecewaan karena Lula Lahfah tak mendengarkannnya untuk berpacaran dengan orang luar.
“Lu enggak pernah dengerin gue sih. Sama bule aja. Kalau kemarin ke Melbourne kan jadinya enggak gini,” ucap Awkarin saat berziarah.
Menanggapi pesan itu, Awkarin menegaskan sikapnya sejak awal, bahwa apa yang ia lakukan semata demi memperjuangkan kejelasan atas kepergian sahabatnya.
“Gapapa dimaafin yg penting kebenaran terungkap. Gue gaakan berhenti sampe kebenaran terungkap.
Gue akan terus jadi garda terdepan org-org yg gw sayang sampe kapanpun,” jawab Awkarin.
Baca juga: Ayah Lula Lahfah Batal Diperiksa Usai Kasus Kamatian Putrinya Dinyatakan Selesai
Polisi Tak Bisa Simpulkan Penyebab Kematian Lula Lahfah Karena Keluarga Tak Izinkan Autopsi
Polisi memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus kematian Selebgram Lula Lahfah di apartemen kawasan Jakarta Selatan.
Pihak kepolisian tidak bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya Lula Lahfah lantaran pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah.
"Kita tidak bisa menjawab akibat apa, kematian, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Adapun alasan pihak keluarga tidak menginginkan jenazah Lula diautopsi lantaran tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh Lula.
"Tadi kalau mendengar penjelasan kasat reskrim, bahwa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan," ucapnya.
Atas hal itu, saat ini pihak kepolisian menghentikan penyelidikan perkara ini karena tidak ditemukan unsur pidana dari hasil penyelidikan.