Selasa, 21 April 2026

Awas Pria ‘Hidung Belang’! Kenikmatan Sesaat Berujung Penyakit Tanpa Gejala

Dampak seks bebas kerap diasosiasikan lebih terasa bagi wanita. Namun, ia menilai pria justru lebih berpotensi terkena infeksi menular seksual.

Ringkasan Berita:
  • Dampak seks bebas kerap diasosiasikan lebih terasa bagi wanita. Namun, ia menilai pria justru lebih berpotensi terkena infeksi menular seksual (IMS)
  • Pada pria, gejala penyakit menular seksual sering kali tidak terlihat jelas dibandingkan pada wanita
  • banyak penyakit kelamin pada pria yang disebabkan oleh kebiasaan sering berganti-ganti pasangan seksual

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seks bebas atau perilaku hubungan seksual berganti-ganti pasangan rupanya dapat menjadi ancaman kesehatan bagi semua orang, khususnya pria.

Menurut dr. Erika, Clinical Training Manager DKT Indonesia, dampak seks bebas kerap diasosiasikan lebih terasa bagi wanita. Namun, ia menilai pria justru lebih berpotensi terkena infeksi menular seksual (IMS).

Ia menjelaskan, pada pria, gejala penyakit menular seksual sering kali tidak terlihat jelas dibandingkan pada wanita.

"HPV itu kalau di wanita itu berasa, kayak terlihat gejalanya. Tapi kalau di cowok itu suka enggak," kata dr. Erika di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Cegah Penularan HIV Dokter Sarankan Hindari Seks Bebas dan Penggunaan Jarum Suntik Bekas

HPV atau Human Papillomavirus merupakan kelompok virus umum yang menginfeksi kulit dan selaput lendir serta menular melalui kontak kulit ke kulit atau hubungan seksual.

HPV dapat menyebabkan kutil kelamin dan berisiko tinggi memicu kanker, terutama kanker serviks (leher rahim), anus, vagina, vulva, penis, dan tenggorokan.

Ia juga menyoroti dampak pergaulan bebas, khususnya pada pria yang lebih dominan melakukan hubungan seksual atau kerap disebut pria hidung belang, yang sering kali menyepelekan risiko tersebut.

Lebih lanjut, dr. Erika mengungkapkan banyak penyakit kelamin pada pria yang disebabkan oleh kebiasaan sering berganti-ganti pasangan seksual.

"Jadi infeksi menular seksual ini banyak banget jenisnya mulai dari bakteri, virus bahkan sampai mikroorganisme gitu," ujarnya.

"Semuanya itu cuman punya satu hal yang sama, mereka itu menularkannya lewat hubungan seksual dan enggak lewat mode lain gitu ya," lanjut dr. Erika.

Selain HPV, dr. Erika menjelaskan potensi penyakit lainnya seperti gonore atau kencing nanah serta sifilis alias raja singa.

Meski demikian, penyakit tersebut juga dapat terjadi pada wanita, namun gejalanya kerap tidak terlalu terlihat.

"Sedangkan kalau misalnya yang lain, gonore, sifilis itu bahkan mungkin lebih jelas di cowok duluan dibandingin dari perempuan," jelasnya.

Sifilis umumnya diawali dengan luka tanpa rasa nyeri, kemudian diikuti ruam, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening pada tahap lanjutan.

Karena itu, dr. Erika menyarankan agar setiap melakukan hubungan seksual sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit menular seksual lainnya, termasuk yang paling berbahaya seperti HIV/AIDS yang berisiko menyebabkan kematian.

"Misalnya memakai kondom salah satu contohnya Sutra yang kita ketahui itu alat kesehatan untuk mencegah HIV dan infeksi menular lainnya," ungkap dr. Erika.

"Untuk rumah tangga bisa juga pencegah kehamilan tidak direncanakan," pungkasnya.

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved