Kontroversi Inara Rusli
Insanul Fahmi Pasrah Jalani Ramadhan Tanpa Wardatina Mawa, Singgung Usaha Tak Ada Hasil
Sudah kirim pesan ke Wardatina Mawa tapi tak dibalas, Insanul Fahmi pasrah dengan nasib rumah tangganya.
Ringkasan Berita:
- Ramadhan tanpa Wardatina Mawa, Insanul Fahmi mengirim pesan minta maaf tapi tak dibalas.
- Insanul Fahmi memilih pasrah dengan konflik rumah tangganya.
- Wardatina Mawa lega laporannya terhadap Insan dan Inara telah naik sidik.
TRIBUNNEWS.COM - Penguasaha Insanul Fahmi alias Insan memilih pasrah dengan nasib rumah tangganya.
Insan tengah menghadapi permasalahan dengan sang istri, Wardatina Mawa.
Kisruh di antara keduanya berawal dari perselingkuhan Insan dengan selebgram Inara Rusli.
Persoalan tersebut, berujung pada laporan Wardatina Mawa ke Polda Metro Jaya terkait dugaan perzinaan pada 22 November 2025.
Terbaru, laporan wanita yang akrab disapa Mawa itu telah naik ke tahap penyidikan.
Di tengah kemelut permasalahan rumah tangga yang merembet ke ranah hukum, Insan mengaku ikhlas dan pasrah.
Lebih lagi, ia harus menjalani puasa Ramadhan tahun ini tanpa istri dan putra semata wayangnya.
Pengusaha asal Medan, Sumatera Utara itu mengaku sudah mengirim pesan ke Mawa, namun tidak ada balasan.
"Udah nge-chat aja sih. Ngomong, 'minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir batin'."
"Nggak dibalas," aku Insan, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (19/2/2026).
Tak mau terlalu berharap, Insan ikhlas jika usahanya mempertahankan rumah tangganya tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Mantan Sopir Inara Rusli Risih Insanul Fahmi Kerap Datang ke Rumah, Kuasa Hukum Beberkan Kesaksian
"Iya kita berusaha, ikhtiar."
"Satu sisi aku ikhtiar, satu sisi aku ikhlas, jadi nggak mau terlalu berharap," ungkap Insan.
Insan pasrah dengan hasil yang akan ia terima.
"Ya udah yang penting udah ikhtiar. Sambil aku coba berpasrah aja sama yang di atas," katanya.
Wardatina Mawa Bersyukur Kasus Perzinaan Insan dan Inara Naik Sidik, Siap Serahkan Semua Bukti
Wardatina Mawa bersyukur laporannya atas kasus dugaan perzinaan dan perselingkuhan yang menyeret Inara Rusli dan Insanul Fahmi naik status ke penyidikan.
Wanita bercadar ini menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang terus mengawal kasusnya dengan baik.
“Aku berterima kasih banyak untuk pihak kepolisian yang sudah benar-benar mengawal kasus aku sampai tahap ke penyidikan," kata Mawa, dikutip dari YouTube Insertlive dan TRANS TV Official, Kamis (19/2/2026).
"Udah naik sidik juga, udah gelar perkara," sambungnya.
Mawa juga mengaku bersyukur atas penanganan yang dilakukan pihak kepolisian.
“Aku bersyukur, banyak hal yang harus aku syukuri di sini terutama pihak kepolisian yang benar-benar maksimal pekerjaannya," terang ibu satu anak ini.
Dengan status laporannya naik sidik, Wardatina Mawa pun siap menyerahkan semua bukti dugaan perzinaan suaminya ke penyidik.
Di samping itu, Mawa berharap persoalan yang dihadapinya dapat segera selesai dengan baik.
"Nanti aku share ke penyidik semua yang udah aku dapetin. Aku enggak mau bahas terlalu banyak karena aku belum bisa ngasih keterangan apapun," ujar Mawa.
"Nanti insyaAllah setelah ini ya semakin membaiklah," tambahnya.
Polisi Temukan Unsur Pidana dalam Kasus Insan dan Inara
Laporan Wardatina Mawa atas kasus dugaan perzinaan yang menyeret Insanul Fahmi dan Inara Rusli memasuki babak baru.
Polisi memastikan, perkara yang dilaporkan Wardatina Mawa sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan.
Hal itu dibenarkan oleh Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo.
Baca juga: Reaksi Mawa Saat Insanul Fahmi-Inara Rusli Kompak Serang Balik: Aku Korban dan Membuka Kebenaran
Kompol Andaru mengatakan,kenaikan status dari laporan konten kreator 25 tahun itu ditetapkan pada 10 Februari 2026.
"Jadi, dapat kami sampaikan pada tanggal 10 Februari yang lalu, laporan WM terhadap terlapor IF dan IR telah dinaikkan prosesnya ke tahap penyidikan," kata Andaru, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (18/2/2026).
"Dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan," lanjutnya.
Andaru menyebut, penyidik menemukan unsur pidana atas laporan tersebut setelah melakukan pemeriksaan para saksi serta barang bukti.
"Artinya segala pengumpulan kemarin sudah dirasa ada perbuatan pidana yang ditemukan dari laporan saudara WM," terangnya.
Dalam waktu dekat, penyidik dijadwalkan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan memanggil Mawa sebagai pelapor.
Penyidik juga akan mengumpulkan bukti dan mendalami dugaan pelanggaran yang dilaporkan Wardatina Mawa.
"Untuk itu, setelah ini penyidik akan kembali memanggil pelapor dan saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti-alat bukti yang lain," ujar Andaru.
"Termasuk melakukan penyitaan untuk membuat terang pidana yang terjadi," sambungnya.
(Tribunnews.com/Yurika/Indah Aprilin)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.