Ramadan 2026
Bijak Isi Waktu Jelang Berbuka Puasa, Ini Trik Ustaz Agar Ngabuburit Penuh Pahala
Menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan, tradisi ngabuburit kembali menjadi kebiasaan yang akrab di tengah masyarakat. Bagaimana agar penuh pahala?
Hal ini tentu bertentangan dengan substansi puasa yang tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu serta menjaga pandangan, lisan, dan perilaku.
Dalam sebuah hadis disebutkan, ketika seseorang yang berpuasa dicerca atau diperlakukan tidak baik, hendaknya ia mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Ini menunjukkan bahwa puasa adalah latihan pengendalian diri yang menyeluruh.
Ulama seperti Imam Al-Ghazali membagi tingkatan puasa menjadi tiga.
- Pertama, puasa umum, yakni sekadar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
- Kedua, puasa khusus, yaitu menjaga anggota tubuh dari perbuatan sia-sia dan dosa.
- Ketiga, puasa yang lebih tinggi lagi adalah ketika hati benar-benar terjaga, dipenuhi rasa takut tidak diterimanya amal dan harap agar ibadah diterima Allah SWT.
"Karena itu, ngabuburit sebaiknya diisi dengan kegiatan yang membawa manfaat dan kebaikan. Jangan sampai waktu yang seharusnya menjadi kesempatan emas untuk meraih pahala justru berlalu sia-sia, atau bahkan menambah dosa," kata Dewan Penasihat Rumah Zakat ini.
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah.
Maka, bijaklah dalam memilih aktivitas ngabuburit, agar Ramadan benar-benar menjadi momentum peningkatan kualitas diri dan keimanan.
--