Kabar Artis
Dokter Tompi Bela Rina Nose Usai Operasi Hidung Disorot, Sebut Pasien Bebas Pilih Tempat
Dokter Tompi buka suara setelah keputusan Rina Nose operasi hidung di Indonesia menuai komentar warganet.
Ringkasan Berita:
- Rina Nose menjadi sorotan usai mengungkap telah menjalani operasi hidung di Indonesia bersama dokter Tompi.
- Keputusan tersebut memicu beragam reaksi warganet, termasuk kritik dan keraguan soal pilihan operasi di dalam negeri.
- Dokter Tompi memberikan pembelaan melalui Instagram dan menegaskan bahwa setiap pasien berhak menentukan tempat operasi sesuai preferensi masing-masing.
TRIBUNNEWS.COM - Keputusan komedian sekaligus presenter Rina Nose menjalani operasi plastik baru-baru ini menjadi perbincangan di media sosial.
Sorotan muncul setelah Rina mengungkap bahwa ia melakukan operasi pada bagian hidung.
Menariknya, prosedur tersebut tidak dilakukan di luar negeri seperti yang kerap dilakukan sebagian figur publik.
Rina justru memilih menjalani operasi di Indonesia bersama dokter sekaligus musisi, Tompi.
Pilihan tersebut memunculkan beragam reaksi dari publik.
Di media sosial, tidak sedikit warganet yang mempertanyakan hingga mengkritik keputusan Rina menjalani operasi di dalam negeri.
Berbagai asumsi pun bermunculan seiring ramainya perbincangan tersebut.
Menanggapi situasi itu, dokter Tompi akhirnya memberikan tanggapan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, ia menyampaikan pembelaannya terhadap keputusan yang diambil oleh Rina Nose.
Dalam pernyataannya, Tompi menegaskan bahwa setiap pasien memiliki hak penuh untuk menentukan tempat mereka menjalani prosedur medis.
"Adalah hak pasien utk memutuskan mau op dmn. Mau di korea jepng thailand vietnam china turki amrik... jd gak usah diperdebatkan," ujar Tompi, dikutip Tribunnews, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Alasan Rina Nose Operasi Hidung dengan Dokter Tompi, Soroti Hasil yang Natural
Menurutnya, pilihan tersebut merupakan preferensi pribadi yang tidak perlu dipersoalkan oleh orang lain.
Tompi menambahkan bahwa setiap orang tentu memiliki pertimbangan yang berbeda-beda dalam mengambil keputusan.
Ia pun menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa kenyamanan pasien adalah hal yang paling utama dalam menjalani tindakan medis.
"Semua punya preferensi... toh maunya org kan beda2 ya. Silahkan senyamannya," pungkasnya.