Pemilik Restoran Jadi Tersangka
Gitaris Zhendy dan Istri Curhat Trauma Kena Bully di Medsos Selama Kasus dengan Nabilah O’Brien
Gitaris Zhendy & Nabilah O’Brien resmi damai! Namun Zhendy dan istri curhat alami trauma berat dihujat netizen. Simak kisah lengkapnya di sini.
Ringkasan Berita:
- Bareskrim Polri sukses mediasi perdamaian antara Gitaris Zhendy dan Selebgram Nabilah O’Brien.
- Laporan dicabut dan konten medsos dihapus, namun dampak psikologis perundungan digital masih membekas.
- Zhendy soroti ancaman kriminalisasi konsumen: "Kami hanya menyampaikan pengalaman pribadi."
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus perseteruan panas yang melibatkan gitaris Zhendy Kusuma dan istrinya, Evi Santi, dengan selebgram sekaligus pemilik restoran Bibi Kelinci Kopitiam, Nabilah O’Brien, akhirnya resmi berakhir damai.
Meski laporan polisi telah saling dicabut, luka emosional akibat "pengadilan netizen" nampaknya belum sepenuhnya pulih.
Evi Santi mengaku bahwa dirinya dan sang suami mengalami trauma mendalam akibat gelombang cyberbullying (perundungan siber) yang mereka terima selama kasus ini bergulir di ranah publik.
Serangan personal hingga hujatan di ruang digital menjadi beban mental yang sangat berat bagi mereka.
"Kami tidak menyangka situasinya akan berkembang sejauh ini. Komentar yang masuk sangat banyak dan sebagian besar bernada menyerang. Itu membuat kami merasa tertekan dan mengalami trauma secara emosional,” ucap Evi kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Jeritan Konsumen: Antara Keluh Kesah dan Kriminalisasi
Zhendy Kusuma mengungkapkan bahwa polemik ini bermula dari unggahan pengalaman pribadinya sebagai konsumen di media sosial.
Namun, ia tidak menyangka hal tersebut justru berujung pada proses hukum yang dinilai tidak proporsional, hingga membuat keduanya merasa dikriminalisasi.
“Yang kami rasakan saat itu adalah tekanan yang sangat besar. Kami hanya menyampaikan pengalaman pribadi, tetapi kemudian justru harus menghadapi proses hukum. Kami merasa dikriminalisasi, padahal niat awal kami hanya menyampaikan apa yang kami alami,” ujar Zhendy.
Zendhy menambahkan bahwa polemik ini telah menghantam reputasi dan nama baik mereka di masyarakat.
Ia berharap setelah perdamaian ini, ada upaya nyata untuk memulihkan martabat keluarganya di ruang publik.
“Kami berharap ada pemahaman yang lebih adil. Kami berharap ada pemulihan nama baik, karena dampaknya tidak hanya terjadi di media sosial tetapi juga dalam kehidupan kami sehari-hari,” tegasnya.
Kesepakatan Damai
Jalan tengah ini tercapai melalui mediasi yang difasilitasi oleh Biro Wassidik Bareskrim Polri.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mediasi tersebut dihadiri langsung oleh Zhendy, Evi Santi, serta pihak Nabilah O’Brien pada Minggu (8/3/2026).
"Empat pihak ini turut berhadir, kemudian melakukan perjanjian perdamaian. Masing-masing sudah melakukan pencabutan dalam pelaporan di masing-masing para pelapornya ya," kata Trunoyudo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.
Baca juga: Tidur Beralaskan Matras, Richard Lee Ditempatkan dalam Sel Bareng Delapan Tahanan Lain
Selain mencabut laporan polisi, kedua belah pihak sepakat untuk menghapus seluruh unggahan terkait konflik di akun media sosial masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gitaris-Zendhy-Kusuma-dan-istri-Evi-Santi-kasus-restoran-Nabilah-OBrien.jpg)