Profil dan Sosok
Sosok Acha Septriasa, Disorot Usai Kritisi Program Pemerintah, Lama Menetap di Australia
Acha Septriasa kritisi program makan gratis, jadi sorotan publik. Kehidupan lamanya di Australia ikut dibahas warganet.
Ringkasan Berita:
- Acha Septriasa jadi sorotan usai mengkritisi program makan gratis pemerintah lewat unggahan Instagram.
- Pandangannya memicu perdebatan warganet, sebagian mendukung, sebagian menilai program tetap bermanfaat.
- Selain kritiknya, kehidupan Acha yang lama tinggal di Australia ikut dibahas publik.
TRIBUNNEWS.COM - Sosok aktris Acha Septriasa kembali mencuri perhatian publik.
Usai melontarkan kritik terhadap program pemerintah, namanya ramai diperbincangkan.
Tak hanya pandangannya yang jadi sorotan, latar kehidupannya yang lama tinggal di Australia juga ikut dibahas warganet.
Acha Septriasa Soroti Program Pemerintah
Aktris Indonesia Acha Septriasa menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pandangannya terkait program makan gratis yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat.
Seperti dilihat Tribunnews.com melalui akun media sosial Instagram miliknya pada Minggu (15/3/2026), pemeran utama film Heart tersebut mengungkapkan kekhawatiran mengenai pelaksanaan program sosial berskala besar tersebut, terutama terkait pengelolaan dan dampaknya bagi masyarakat.
Dalam unggahan itu, Acha menyoroti sejumlah aspek penting yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius, mulai dari ketepatan sasaran penerima hingga kualitas nutrisi makanan yang diberikan kepada anak-anak.
Menurutnya, program yang menggunakan dana publik harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Denger berita MBG.. pusing ga si loe.. apa tujuan ‘mereka’ cuma pengen bikin kita capek dan tertawakan ke naif-an mereka mengelola pajak rakyat? kalau itu tujuannya kita respons dong gyus! masa diem aja... ini negara kita pajak kita,” tulis Acha dalam unggahan tersebut.
“Gw udah kaya @rockygerung. Nih”.
Baca juga: Alasan Acha Septriasa Tetap Tinggal di Australia dan Jalani Karir di Indonesia, Meski Sudah Bercerai
Unggahan di Media Sosial Picu Perdebatan
Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian netizen mengapresiasi keberanian Acha dalam menyampaikan pandangan mengenai isu publik yang dianggap penting.
Sebagai figur publik, pandangan yang disampaikan Acha dinilai dapat mendorong diskusi yang lebih luas mengenai transparansi dan efektivitas kebijakan pemerintah.
Namun di sisi lain, ada pula yang menilai pernyataan tersebut seharusnya disampaikan dengan lebih hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Perdebatan di media sosial pun terus berkembang. Sejumlah pihak berharap masukan dari tokoh publik seperti Acha dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyempurnakan program sosial tersebut agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Berdasarkan pemantauan tercatat sudah ada 4.025 komentar di akun tersebut.
Akun Instagram @azzuranaura1206 menilai program tersebut sangat membantu keluarga di desa.
“Kak untuk kamu yg berkecukupan mungkin MBG ga berguna, tpi aku hidup di desa dan anakku dapet MBG yg layak, coba kamu datang ke desa2 banyak anak yg kebantu bnget dengan ada’a MBG, bahkan posyandu untuk ibu hamil dan anak,” tulisnya.
Ia juga mengingatkan agar program tersebut tidak dinilai hanya dari satu sisi.
“kamu kan artis harus’a kmu jngan menilai dari sebelah mata aja,” lanjutnya.
Komentar serupa datang dari akun @factual.id yang menilai banyak orang tidak mengetahui manfaat program tersebut secara langsung.
“Orang yg suka mengejek MBG pasti gatau bagaimana manfaatnya punya 40 dapur MBG buat peningkatan ekonomi keluarga sendiri,” tulis akun tersebut.
Sebagian warganet juga mengakui bahwa program MBG masih memiliki kekurangan, namun mereka menilai manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.
Akun @srisartika86 mengatakan program tersebut setidaknya membantu meringankan pengeluaran keluarga.
“Buat saya yang sebagai IRT yg anaknya dapet MBG seenggaknya meringankan karna mengurangi uang jajan,” tulisnya.
Ia juga menyarankan agar pengelolaan dapur MBG dilakukan secara transparan.
“Bisa nggak ya tiap dapur mbg bikin laporan pertanggungjawaban gitu semacam audit,” tambahnya.
Warganet lain, @handy_nurcahyo, menilai kritik sebaiknya diarahkan pada pelaksanaan program, bukan pada program secara keseluruhan.
“Program MBG sudah baik karena banyak manfaat apalagi di desa2 walaupun ada kekurangan wajar karena program baru dan perlu banyak perbaikan,” tulisnya. “Kritisi saja dapur2 yg bermasalah jangan program nya,” lanjutnya.
Komentar senada disampaikan akun @nia_wijayantii, yang menilai banyak pemberitaan negatif membuat persepsi publik menjadi tidak seimbang.
“Mungkin dengernya pas berita jelek2 saja tentang MBG... banyak berita bagusnya juga padahal,” tulisnya.
Menurutnya, program besar seperti MBG memang membutuhkan waktu untuk berjalan lebih baik.
Selain di akun pribadi Acha, kritik dari warganet juga muncul di kolom komentar akun lain yang mengutip pernyataan tersebut, salah satunya akun @btgfeed.
Akun @pmpk.reborn menilai semua warga negara memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pandangan karena sama-sama membayar pajak.
“Masalahnya bukan lu doang yg bayar pajak semuanya juga bayar pajak,” tulisnya.
Ia juga mempertanyakan mengapa kritik lebih sering diarahkan pada program MBG dibanding program bantuan pemerintah lainnya.
“apakah bukannya lebih baik MBG semua orang semua kalangan bisa menerima manfaat tanpa birokrasi ribet,” lanjutnya.
Akun @ricks_family2009 juga menyinggung perbedaan kondisi ekonomi antara Acha dan sebagian masyarakat.
“Cha ga semua orang tua mampu kaya lo hidup nya,” tulisnya.
Sementara itu akun @dianasuwarni8 menyebut program MBG sangat bermanfaat bagi anak-anak Indonesia, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“MBG sangat bermanfaat untuk anak-anak Indonesia apalagi anak-anak yang kurang mampu,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun @koh.ayiz yang menilai manfaat MBG harus dilihat dari kondisi seluruh wilayah Indonesia.
“oknum orang kaya tidak akan mengerti dan paham makna serta pentingnya MBG bagi anak sekolah se Indonesia,” tulisnya.
Bahkan kritik juga datang dari sesama pengguna media sosial yang menilai figur publik sebaiknya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat mengenai program publik.
Akun @zanzabellaa menulis, “Bacot ah si aca.. udh bagus jd artis malah ikut2an bahas bgini.”
Perdebatan di media sosial ini menunjukkan program MBG masih menjadi topik yang memunculkan beragam perspektif di masyarakat, mulai dari kritik hingga dukungan berdasarkan pengalaman langsung penerima manfaat.
Baca juga: Meski Sudah Bercerai, Acha Septriasa Pilih Menetap di Australia karena Alasan Ini
Lama Menetap di Australia
Acha Septriasa tinggal di Australia selama hampir 10 tahun.
Semula, dia menetap di Australia bersama mantan suaminya Vicky Kharisma.
Selama di Negeri Kangguru, Acha mengaku banyak belajar tentang kemandirian sebagai istri dan ibu.
Bintang film Heart itu mengatakan sejak remaja dirinya selalu dikelilingi keluarga dan tim kerja di dunia hiburan.
Karena itu, ia sempat bercita-cita ingin menjalani kehidupan rumah tangga yang lebih mandiri tanpa banyak campur tangan keluarga besar.
Keinginan tersebut akhirnya terwujud setelah menikah dengan Vicky Kharisma dan memutuskan pindah ke Sydney.
Acha mengaku awalnya sangat senang bisa memiliki ruang hidup sendiri yang dapat diatur bersama pasangan.
Namun, perjalanan rumah tangga di luar negeri ternyata tidak selalu mudah.
Acha mengungkapkan bahwa masa awal pernikahannya cukup berat karena harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Ia bahkan mengaku memulai kehidupan di Australia dari nol bersama sang suami tanpa membawa tabungan dari Indonesia.
Selama beberapa tahun tinggal di Australia, Acha dan Vicky juga membesarkan putri mereka, Brigia, tanpa bantuan keluarga besar.
“Karena memang anakku bersekolah di sana,” ujar Acha saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Pengalaman tersebut, menurut Acha, menjadi proses yang membuatnya jauh lebih dewasa.
Meski kini telah berpisah dari Vicky Kharisma, Acha mengaku tetap memilih berbasis di Australia.
Keputusan tersebut berkaitan dengan pendidikan putrinya yang saat ini bersekolah di sana.
Acha bahkan telah membeli rumah di kawasan yang memiliki sekolah menengah dengan kualitas baik agar Brigia dapat melanjutkan pendidikan hingga tingkat high school.
Selain faktor pendidikan, Australia juga memiliki makna emosional bagi Acha.
Negara tersebut menjadi tempat pertama kali ia membangun rumah tangga dan memiliki rumah sendiri.
“Sense of home, rumah itu memang di sana. Karena pertama kali berumah tangga dan punya rumah tempat pulang ya di Australia,” kata Acha.
Meski menetap di Australia, Acha memastikan dirinya tetap aktif di industri film Indonesia dan akan bolak-balik antara Sydney dan Jakarta untuk menjalani berbagai proyek akting di Tanah Air.
Sosok Acha Septriasa
Acha Septriasa (lahir 1 September 1989) adalah pemeran, penyanyi, model, dan presenter Indonesia.
Acha memulai karier di dunia hiburan melalui penampilan aktingnya dalam serial televisi Bayangan Adinda pada tahun 2003. Kemudian, Acha menjadi finalis dalam kompetisi Gadis Sampul 2004.
Acha merupakan anak dari pasangan Sagitta Ahimshah dan Rita Emza. Ia mewarisi darah Minangkabau dari sang ibu.
Karier
Acha mulai dikenal ketika bermain dalam film Heart bersama Nirina Zubir dan Irwansyah pada tahun 2006.
Ia juga berduet dengan Irwansyah untuk menyanyikan lagu tema film tersebut.
Pada tahun 2007, Acha kembali berakting bersama Irwansyah dalam film Love is Cinta dan serial televisi Andai Ku Tahu.
Acha pernah menjadi nominator Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 2007 berkat aktingnya dalam film Love is Cinta.
Pada tahun 2008, ia dinobatkan sebagai Star of the Year oleh Mellyana's Guardians.
Pada tahun 2012, ia terpilih sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam ajang Piala Citra Festival Film Indonesia 2012, melalui aktingnya di film Test Pack: You're My Baby.
Aktris Termahal
Pada tahun 2005, ia menempati posisi keempat dalam daftar Highest Paid Actresses dengan honorarium sebesar 180 juta rupiah per film.
Posisinya berada di bawah Nirina Zubir dan Luna Maya. Dalam film Love (2008), ia diberitakan menerima honorarium sebesar 250 juta rupiah.
Kehidupan pribadi dan pendidikan
Acha bersekolah di TK Ar Riadhus, SD Muhammadiyah 6 Tebet, dan SMP Negeri 73 Jakarta. Ia melanjutkan sekolah di SMA Negeri 82 Jakarta.
Kemudian, Acha menempuh pendidikan tinggi di Universitas Teknologi Kreatif Limkokwing.
Pada 12 November 2016, Acha resmi menikah dengan Vicky Kharisma.
Keduanya melangsungkan akad nikah di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, pada pukul 13.30 WIB.
Pada tanggal 21 September 2017, Acha melahirkan seorang anak bernama Bridgia Kalina Kharisma melalui persalinan normal. Acha dan Vicky resmi bercerai pada bulan Mei 2025.
(Kompas.com/Tribunnews/Wikipedia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/acha-septriasas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.