Kontroversi Inara Rusli
Pernikahan dengan Insanul Terancam Kandas, Mawa Singgung Mimpi dan Air Mata: Terbang dengan 1 Sayap
Pernikahan Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi terancam kandas. Mawa menyinggung soal mimpi dan air mata.
Ringkasan Berita:
- Wardatina Mawa pada 26 Februari 2026 telah melayangkan gugatan cerainya terhadap Insanul Fahmi di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan.
- Mawa menyinggung soal mimpi dan air mata di tengah perjuangannya.
- Di sisi lain, Insan siap penuhi syarat dari Mawa jika bersedia rujuk.
- Isi gugatan cerai Mawa.
TRIBUNNEWS.COM - Konten kreator Wardatina Mawa menuliskan curahan hatinya di media sosial.
Wardatina Mawa menyinggung soal impian dan perjuangannya sebagai seorang ibu.
Rumah tangga Mawa sapaan akrabnya, dengan sang suami, pengusaha Insanul Fahmi terancam kandas.
Pada 26 Februari 2026 lalu, Mawa melayangkan gugatan cerainya terhadap Insanul di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan.
Gugatan konten kreator berusia 26 tahun itu, buntut dugaan perselingkuhan sang suami dengan selebgram Inara Rusli.
Sebelum menggugat cerai, Mawa juga telah melaporkan Insanul dan mantan istri musisi Virgoun itu, ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan.
Di tengah konflik rumah tangganya, Mawa melalui unggahan Instagram pribadinya @wardatinamawa, membagikan video kebersamaan dengan sang anak.
Menyertai unggahannya, ibu satu anak itu menuliskan caption berisi curahan hatinya.
Mawa menyebut semua proses yang ia lalui tidaklah mudah.
Meski merasa lelah, ia tetap berusaha bangkit.
"Nanti, kalau suatu hari Allah izinkan aku benar-benar mewujudkan semua impianku… mungkin aku akan duduk sebentar, lalu bercerita tentang perjalanan ini."
Baca juga: Mawa Diminta Bikin Jadwal Anak Ketemu Ibu-Bapaknya secara Jelas, Tidak hanya Tuntut Nafkah Anak saja
"Tentang hari2 yang tidak selalu mudah. Tentang momen ketika rasanya capek, bingung, bahkan merasa sendirian. Tapi tetap harus jalan terus," tulis Mawa, dikutip Selasa (17/3/2026).
Konten kreator asal Medan, Sumatra Utara itu, mengibaratkan dirinya seperti burung yang terbang dengan satu sayap dengan membawa anaknya.
"Aku akan bercerita bagaimana rasanya jadi seperti seekor burung yang terbang dengan satu sayap. Hmm…
Kelihatannya mustahil, kadang goyah, kadang hampir jatuh… tapi tetap mencoba mengepak, pelan-pelan."
"Dan yang lebih lucu lagi, burung itu bukan cuma terbang sendirian. Ia juga harus membawa anaknya. Menjaga, menguatkan, dan memastikan mereka tetap aman di tengah perjalanan," lanjutnya.