Selasa, 14 April 2026

Konflik Keluarga Denada

Tanggapi Klarifikasi Denada, Ressa Rossano Ungkap Rencana Bertemu sang Ibu

Tanggapan pihak Ressa Rossano soal kemunculan Denada di podcast Feni Rose. Ungkap rencana pertemuan dengan sang penyanyi.

|

Denada menjelaskan alasan yang melatarbelakangi keputusannya menyerahkan putra sulungnya, Ressa Rizky Rossano, untuk dirawat oleh keluarga dari pihak ibunya di Banyuwangi, Jawa Timur kala itu.

Saat itu, Denada mengaku berada dalam situasi sulit, terombang-ambing antara perasaan sebagai seorang ibu dan pertimbangan masa depan sang anak.

Dengan kondisi dirinya yang belum menikah kala itu, ia diliputi kekhawatiran bahwa Ressa tidak akan merasakan kehadiran keluarga yang lengkap.

"Aku tak pernah menganggap Ressa sebagai kesalahan. Pun aku tidak membuangnya," kata Denada dikutip dari YouTube Feni Rose, Selasa (17/3/2026).

"Aku mempertahankan dia dan memutuskan untuk melahirkannya," lanjutnya.

Baca juga: Denada Sempat Ingin Urus Ressa Sendiri, Putuskan sang Putra Diasuh Paman atas Usulan Emilia Contessa

Ketika mengetahui keluarga pamannya sangat menginginkan kehadiran anak laki-laki, Denada pun melihat hal itu sebagai kesempatan agar Ressa bisa tumbuh dalam lingkungan keluarga yang utuh.

Pada masa itu, ia meyakini menitipkan Ressa kepada keluarga pamannya adalah langkah terbaik demi melindungi sang anak dari tekanan sosial.

Denada tidak ingin Ressa harus menghadapi perundungan hanya karena dibesarkan tanpa sosok ayah.

"Aku hanya mau dia punya keluarga yang utuh. Om Dino dan Tante Ratih bisa memberikan itu untuk Ressa," ungkapnya.

Namun seiring berjalannya waktu, keputusan tersebut justru menjadi penyesalan terdalam dalam hidupnya.

Ia menyadari pilihan itu merupakan kekeliruan yang turut memengaruhi tumbuh kembang anaknya.

"Aku tahu, aku salah. Kalau aku bisa memutar waktu kembali, mestinya saat itu aku berani membesarkan Ressa sendiri," tuturnya.

Kini Denada hanya bisa menerima kenyataan kalau Ressa belum mampu menerima dirinya sebagai ibu.

Ia pun tidak ingin memaksakan kehendak kepada sang anak untuk menerima maupun memaafkannya.

"Aku pengin sekali dia memanggil aku ibu. Tapi sepertinya tidak adil untuk dia ya kalau ujug-ujug aku datang dan meminta memanggil aku ‘ibu’," jelas Denada.

(Tribunnews.com/Yurika/Alivio)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved