Kontroversi Inara Rusli
Dilaporkan Wardatina Mawa, Inara Rusli Siap dan Pasrah Jika Nanti Statusya Jadi Tersangka
Inara Rusli pasrah jika harus menghadapi status barunya yang mungkin tersangka atas kasus dugaan perzinaah yang dilaporkan Wardatina Mawa.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
Ringkasan Berita:
- Inara Rusli pasrah dan siap jika harus menghadapi status barunya sebagai tersangka atas kasus dugaan perzinaah yang dilaporkan Wardatina Mawa.
- Kuasa Hukumnya mengatakan pihaknya tetap mengupayakan damai.
- Saat ini kasus ini memasuki tahap penyidikan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proses hukum yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi kini telah memasuki tahap penyidikan atas kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan Wardatina Mawa.
Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, menyebut kliennya sudah siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk jika nantinya ditetapkan sebagai tersangka.
Baca juga: Fokus pada Diri Sendiri, Insanul Fahmi Tak Peduli Cacian saat Hubungan dengan Inara Rusli Terbongkar
“Ya jadi, Inara itu sudah apa ya, sudah pasrah lah ya, sudah menerima lah seperti itu,” kata Daru di Polda Metro Jaya, Selasa (17/3/2026).
Meski begitu, Daru menegaskan pihaknya tetap mengedepankan upaya damai dalam kasus ini.
Tetap Upayakan Damai
Ia mengatakan, langkah perdamaian yang sebelumnya telah diupayakan tetap menjadi prioritas, terutama di momen bulan suci Ramadan.
Baca juga: Inara Rusli Akhirnya Ucap Maaf ke Mawa atas Setiap Lisan dan Sikap yang Menyakiti
“Sebagai kuasa hukum Inara, kembali lagi kita support perdamaian yang dilakukan oleh Insanul kepada Mawa. Tapi kami juga di sisi lain telah men-support perdamaian terhadap Insanul Fahmi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Daru menyebut pihaknya juga telah menyiapkan langkah hukum lain jika nantinya situasi berkembang ke arah yang tidak diharapkan.
“Tapi kita juga punya upaya hukum lain bilamana ada hal yang terburuk nanti menimpa Inara, maka kami akan melakukan upaya hukum dengan bukti-bukti yang selama ini pernah kami ajukan,” ujarnya.
Daru juga menyinggung kemungkinan penghentian perkara seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Yang kemudian kita akan kita sudah berdamai ya, sudah SP3, seperti itu. Tapi saya nggak berharap seperti itu,” tambahnya.
Daru berharap momen Ramadan dapat menjadi jalan bagi semua pihak untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
“Saya berharap di bulan Ramadan ini terjadi perdamaian. Hanya itu,” pungkasnya.