Konflik Keluarga Denada
Denada Konsultasi ke Notaris soal Masa Depan Ressa, Minta Gugatan di PN Banyuwangi Dicabut
Denada meminta Ressa mencabut gugatan di PN Banyuwangi setelah keduanya berdamai, konsul ke notaris untuk masa depan sang putra.
"Aku tuh mengandung dia dan melahirkan dia itu dengan penuh kasih, dengan penuh sayang. Aku mengambil keputusan itu sesadar-sadarnya, semantap-mantapnya tanpa ada keraguan. Dan aku enggak kepengin dia merasa kayak gitu," lanjut ibu dua anak itu.
Denada tak menampik perasaan Ressa yang selalu merasa anak terbuang.
Baca juga: Sempat Ikut Nimbrung dalam Kasus Perseteruan Ressa Rosano dan Denada, Tessa Mariska: Aku Iba
"Tapi aku mengerti dia merasa kayak gitu, itu salahku," tandasnya.
Lebih lanjut, Denada mengenang masa-masa dirinya hamil dalam keadaan takut.
Denada berdalih, mentalnya saat itu belum cukup dewasa.
"Yang pasti aku takut, pasti ada. Bingung, karena mungkin saat itu secara mental aku belum cukup dewasa. Secara usia kan mungkin ya sekitar 20 tahun. Mungkin belum siap, mungkin bingung bagaimana harus menghadapinya," sambung perempuan yang kini berusia 47 tahun itu.
Kendati dirundung ketakutan, Denada mengaku tak pernah terbersit untuk membuang Ressa.
"Tapi pada saat pertama kali aku tahu bahwa aku hamil, aku tidak pernah ada keraguan selain dengan keputusan untuk keep the baby, meneruskan kehamilan itu dan melahirkan."
"Jadi tidak pernah ada kepikiran untuk istilahnya mencari jalan pintas gitu, enggak ada sama sekali walaupun ada ketakutan," tegas mantan istri Jerry Aurum tersebut.
Dikatakan Denada, ia sudah memprediksi ayah Ressa tidak akan mungkin mau bertanggung jawab.
"Aku tahu ada risiko itu dan mungkin sudah memperkirakan bahwa itu akan terjadi. Tapi buat aku itu tidak membuat ragu. Aku tidak menyalahkan, dia (ayah Ressa) tahu, dia tahu (Denada hamil)," imbuh Denada.
Denada terus menutupi kehamilannya hingga berusia tua sendirian.
Sampai akhirnya berani bercerita pada ibunya, Emilia Contessa.
"Pada saat itu mama belum tahu, tapi akhirnya tunggu sekian lama aku ngomong sama mama. Aku nggak terlalu ingat kehamilan usia berapa, tapi yang pasti sudah cukup besar. Kita tinggal satu rumah, tapi mama enggak pernah tahu aku hamil," tandas Denada.
Pelantun lagu Gotaki ini, juga mengakui ia dilanda morning sickness layaknya perempuan hamil lainnya.
"Yang pasti mual-mual, biasalah. Pada saat itu ya ada part time sedih, pasti ada sedih. Tapi aku enggak mengurungkan niatku sama sekali untuk menghentikan kehamilan."
"Itu anakku, dan aku ibunya. Apa pun yang aku lakukan sehingga ada kehamilan itu. Itu aku yang melakukannya, bisa dibilang itu kesalahan, itu dosaku. Tapi anak ini bukan kesalahan," pungkas Denada.
(Tribunnews.com/ Salma)