Antar Ibunda ke Peristirahatan Terakhir, Anji: Kami Kehilangan Rumah Tempat Kami Pulang
Anji mengenang sifat ibundanya yang lembut dan perasa. Ia sengaja menahan tangis sebagai bentuk upaya untuk ikhlas melepas kepergian sang bunda.
Ringkasan Berita:
- Anji berduka. Ibunya meninggal dunia dan telah dimakamkan di TPU Mangunjaya, Bekasi Timur
- Selain keluarga inti, tampak hadir dua mantan pasangan Anji, Wina Natalia dan Sheila Marcia, yang turut memberikan penghormatan terakhir bagi almarhumah Siti Sundari
- Bagi Anji dan keluarga, almarhumah bukan sekadar orang tua, melainkan pondasi utama dalam kehidupan mereka
TRIBUNNEWS.COM - Penyanyi Erdian Aji Prihartanto, akrab disapa Anji Manji, mengantarkan ibunda tercintanya, Siti Sundari binti Istadimitro Diharjo, ke tempat peristirahatan terakhir.
Suasana haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mangunjaya, Bekasi Timur, tempat almarhumah dikebumikan, Jumat (27/3/2026) pagi.
Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 09.20 WIB dengan dihadiri oleh keluarga besar dan kerabat dekat.
Anji yang mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan kacamata, tampak berusaha tegar sepanjang proses pemakaman berlangsung.
Meski raut wajahnya menyiratkan kesedihan mendalam, pelantun lagu "Dia" tersebut terlihat tenang dan tidak meneteskan air mata.
Baca juga: Penyebab Utama Suara Anji Manji Bermasalah Sebabkan Pita Suara Terganggu hingga Batal Manggung
Selain keluarga inti, tampak hadir dua mantan pasangan Anji, Wina Natalia dan Sheila Marcia, yang turut memberikan penghormatan terakhir bagi almarhumah Siti Sundari.
Usai prosesi pemakaman, pria berusia 47 tahun ini menyampaikan pesan menyentuh mengenai sosok sang ibu.
Bagi Anji dan keluarga, almarhumah bukan sekadar orang tua, melainkan pondasi utama dalam kehidupan mereka.
"Buat kami, Ibu Sundari bukan sekadar ibu atau eyang, tapi juga rumah. Tempat kami pulang, tempat kami belajar tentang ketulusan dan kasih sayang," ungkap Anji dengan nada rendah.
Mantan vokalis Drive ini juga mengenang sifat ibundanya yang lembut dan perasa. Ia mengaku sengaja menahan tangis sebagai bentuk upaya untuk ikhlas melepas kepergian sang bunda.
"Mama itu sebenarnya cengeng banget. Tapi hari ini, saya belajar untuk tidak cengeng karena ingin benar-benar ikhlas melepas Ibu," tambahnya.
Anji sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk merawat ibundanya secara intensif selama tiga bulan terakhir sebelum tutup usia.
Selama masa tersebut, ia memindahkan tempat tinggal sang ibu agar lebih dekat dengan kediamannya.
"Mama ini sangat adil. Di waktu-waktu terakhirnya, Mama memberikan jeda waktu supaya kami terbiasa kehilangan. Beliau memberikan waktu kepada saya dan keluarga untuk merawatnya. Saya sangat bersyukur punya waktu itu," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Anji-Manji-1-27032026.jpg)