Doktif Vs Richard Lee
Masih Ditahan, Richard Lee Siap Lawan Doktif, Singgung soal Korban Nyata hingga Isu Agama
Pihak Richard Lee siap lawan Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif), singgung soal korban nyata hingga isu agama.
Ringkasan Berita:
- Perseteruan Richard Lee dengan Samira Farahnaz alias Doktif masih memanas.
- Kuasa hukum Richard, Abdul Haji Talaohu, menilai Doktif menyebarkan informasi menyesatkan.
- Ia menyinggung soal korban nyata hingga isu agama.
TRIBUNNEWS.COM - Perseteruan dokter Richard Lee dengan Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) masih terus memanas.
Richard Lee kini masih ditahan di Polda Metro Jaya atas laporan Doktif soal pelanggaran perlindungan konsumen.
Tunjuk pengacara baru, kini pihak Richard Lee siap melawan Doktif.
Sang pengacara, Abdul Haji Talaohu, menyampaikan bahwa Doktif telah menyebarkan informasi yang menyesatkan untuk publik mengenai kasus ini.
"Ada beberapa isu yang dikembangkan yang menurut kami itu telah terjadi penyesatan informasi atau menyesatkan publik," ucap Abdul, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Senin (30/3/2026).
Abdul menegaskan, bahwa produk skincare milik Richard Lee yang dijual telah teregister Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sehingga menurutnya tak ada penjualan skincare secara ilegal atau tanpa izin.
"Pertama produk yang dijual atau diperdagangkan adalah produk yang teregister BPOM."
"Jadi tidak ada produk ilegal yang mengarah kepada transaksi ilegal," tegasnya.
Dikatakan Abdul, bahwa sampai saat ini juga belum ada aduan dari korban atas penggunaan skincare milik Richard Lee.
"Ini bisa dibuktikan bahwa sampai hari ini belum ada korban yang terverifikasi medis, punya visum atau mungkin dia cacat organ atau hari ini lagi terbaring di rumah sakit karena mengkonsumsi produk-produk itu," kata Abdul.
Baca juga: Kuasa Hukum Ungkap Kabar Terbaru Richard Lee, Sehat dan Fresh, Jalani Hari dengan Santai di Penjara
"Sehingga dalam perkara ini tidak ada korban nyata, dan perlu kita melihat secara profesional," lanjutnya.
Tak berhenti di situ, pihaknya juga menyoroti ucapan Doktif yang meragukan Richard sudah mualaf.
Menurut Abdul, bahwa tuduhan tersebut cukup serius hingga harus segara ditindaklanjuti.
Pihaknya tak segan untuk membawa ke jalur hukum jika nantinya ditemukan unsur dugaan tindak pidana oleh Doktif.
"Setelah Dokter Richard ditahan itu ada pernyataan dia yang menurut kami itu sangat telak, menyinggung bahwa Richard itu belum menjadi mualaf."
"Ini tuduhan yang sangat serius dan bagi kami sedang kami kaji dan kami diskusikan dengan tim untuk menanggapinya juga secara serius apabila terpenuhi unsur di situ ada perbuatan tindak pidana, apakah itu pencemaran nama baik atau tuduhan fitnah," tuturnya.
Doktif Pertanyakan Status Mualaf Richard Lee
Sebelumnya, status keagamaan Richard Lee turut menyita perhatian publik.
Ia sebelumnya mengungkapkan telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam sejak sekitar tahun 2023.
Namun pengumuman tersebut baru disampaikan secara terbuka pada awal Maret 2025.
Proses syahadat Richard Lee disebut dibimbing oleh Derry Sulaiman di Palembang.
Meski demikian, Doktif mengaku masih meragukan status mualaf Richard Lee.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Richard Lee tidak menjalankan ibadah puasa.
"Tapi guys 1000 persen Doktif yakin dia (Richard Lee) enggak puasa ya. Jadi dia tidak puasa. Jadi Doktif ini memberikan juga buat dia untuk makan ya," ujar Doktif, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (13/3/2026).
Ia juga menyebut akan menghadirkan narasumber yang diklaim memiliki informasi terkait status mualaf tersebut.
"Nanti Doktif akan live bersama dengan narasumber yang akan membongkar bahwa proyek mualaf itu bukan proyek asli ya, tapi proyek-proyekan ya. Jadi sudah terbukti bahwa dia tidak pernah salat, dia tidak pernah puasa di dalam," sambungnya.
Baca juga: Penahanan Richard Lee Berpotensi Diperpanjang, Polisi Masih Tunggu Kelengkapan Berkas
Doktif mengatakan rencana siaran langsung itu akan digelar untuk memaparkan sejumlah informasi tambahan.
"Kita nantikan narasumber, insyaallah Doktif akan live nanti malam ya. Jangan ke mana-mana ya, tetap stay tune," terangnya.
Ia juga menyinggung pandangannya mengenai penggunaan agama dalam konteks tertentu.
"Dan mungkin ya Allah sudah menunjukkan kekuasaannya ya, mau enggak mau di bulan Ramadan dia harus masuk karena satu hal yang paling Doktif gedek permainan agama. Jadi agama ini digunakan sebagai politik ya," katanya.
Menurut Doktif, ada pula seseorang yang sebelumnya pernah terlibat dalam proses terkait status mualaf Richard Lee.
"Jadi nanti juga akan ada seseorang yang pernah memberikan surat mualaf dan ternyata dia juga kecewa karena tadi dia sempat mampir untuk bertemu, sowan jenguk dengan membawa Alquran ya," jelas Doktif.
Ia mengklaim orang tersebut mendapatkan informasi dari petugas mengenai aktivitas Richard Lee selama berada di dalam tahanan.
"Ternyata pada saat mau ketemu dikatakan bahwa penjaganya saja tidak pernah melihat dia salat, tidak pernah melihat dia puasa. Jadi dia di dalam pun dia makan, di dalam pun dia seperti biasa," ujarnya.
Karena itu, menurut Doktif, orang tersebut akhirnya membatalkan rencana pertemuan dengan Richard Lee.
"Ya, jadi akhirnya beliau memutuskan untuk membatalkan bertemu dengan saudara tersangka DRL karena cukup kecewa."
Doktif menambahkan bahwa orang tersebut kemudian menyampaikan permintaan maaf kepadanya.
"Jadi apa yang dikatakan bahwa dia mempermainkan agama itu benar dan akhirnya beliau meminta maaf kepada Doktif," pungkasnya.
Awal Perseteruan Doktif dengan Richard Lee
Perseteruan Doktif dan Richard Lee menanas berawal dari aksi saling lapor.
Keduanya pun telah ditetapkan menjadi tersangka.
Doktif ditetapkan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik.
Sedang Richard Lee ditetapkan tersangka kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk dan treatment kecantikan.
Perseteruan berawal dari konten Doktif yang sering mengulas produk kecantikan dan menuduh beberapa produk milik Richard Lee melakukan overclaim atau penipuan kandungan bahan.
Richard Lee kemudian melaporkan Doktif atas pencemaran nama baik karena merasa produknya disudutkan secara tidak adil.
Sebaliknya, Doktif melaporkan Richard Lee atas dugaan berita bohong dan pelanggaran perlindungan konsumen.
Mantan karyawan Richard Lee muncul memberikan kesaksian kepada Doktif mengenai dugaan praktik produksi skincare yang tidak sesuai aturan.
(Tribunnews.com/Ifan/Rinanda)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.