Rayakan Hari Film Nasional, LSF Gelar Nobar Film Legendaris 'Darah dan Doa'
Lembaga Sensor Film (LSF) hari ini menggelar nonton bareng film Darah dan Doa. Nobar ini untuk memperingati Hari Film Nasional 2026.
Ringkasan Berita:
- Lembaga Sensor Film (LSF) hari ini menggelar nonton bareng film Darah dan Doa.
- Nobar ini untuk memperingati Hari Film Nasional 2026 yang jatuh setiap 30 Maret.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Sensor Film (LSF) hari ini menggelar nonton bareng film Darah dan Doa untuk memperingati Hari Film Nasional 2026 yang jatuh setiap 30 Maret.
Pantauan Tribunnews, acara nonton bareng ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.
Baca juga: Benarkah Film Dibatasi Saat Ramadan? Begini Penjelasan LSF
Selain itu, produser sekaligus sutradara Joko Anwar juga terlihat ikut serta dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah kampus di Jabodetabek, komunitas, dan masyarakat umum.
"Sebagai bentuk apresiasi atas karya monumental perfilman nasional," kata Ketua LSF Naswardi di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026) pagi.
"Perayaan Hari Film Nasional dimaknai sebagai upaya untuk terus meningkatkan prestasi dan derajat perfilman nasional baik di tingkat regional, nasional, dan global," lanjutnya.
Film Nasional Pertama
Film Darah dan Doa yang tayang pada 1950 merupakan karya Usmar Ismail yang dianggap sebagai film nasional pertama.
Film ini mengisahkan perjalanan berat Divisi Siliwangi dari Jawa Tengah ke Jawa Barat pasca-perang kemerdekaan.
Tanggal syuting pertamanya, yakni 30 Maret 1950, kemudian diperingati sebagai Hari Film Nasional.
Naswardi mengungkapkan keluarga dari Usmar Ismail juga turut hadir dalam acara nonton bareng ini.
Sementara itu, Joko Anwar menjelaskan salah satu masalah utama film Indonesia masih terletak pada lemahnya naskah skenario.
Ia berharap ke depannya ada pelatihan penulisan skenario agar kualitas film Indonesia semakin meningkat.
"Mengadakan pelatihan untuk membuat penulis skenario, karena penting banget, ga ada naskah bagus ga ada film bagus," jelas Joko Anwar.
(Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/HARI-FILM-NASIONAL.jpg)