Baim Wong Cemas Masa Depan Bioskop, Harap Jeda Tayang Film ke Platform OTT Jangan Terlalu Singkat
Fenomena ini bukan hanya soal penjualan tiket film tertentu, melainkan menyangkut masa depan industri bioskop sebagai tulang punggung industri film.
Ringkasan Berita:
- Baim mengakui platform OTT memang menawarkan keuntungan besar dari sisi bisnis
- Meski demikian, keuntungan bisnis tersebut tidak lantas membuat Baim setuju dengan pola distribusi yang terlalu cepat dari bioskop ke platform OTT
- Baim melihat semakin banyak calon penonton memilih menunggu film hadir di rumah ketimbang datang langsung ke bioskop. Itu bisa pengaruhi masa depan industri bioskop
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor sekaligus sutradara, Baim Wong mengaku memiliki keresahan terhadap tren penayangan film yang terlalu cepat berpindah dari bioskop ke platform OTT.
OTT atau Over-The-Top adalah layanan penyedia konten media, seperti film, serial, atau siaran langsung, yang dikirimkan langsung kepada penonton melalui internet.
Menurut Baim, kebiasaan tersebut perlahan bisa mengubah perilaku penonton dan berdampak pada industri perfilman secara keseluruhan.
Baca juga: Respons Baim Wong Usai Film Garapannya Dikritik Pedas Warganet: Sampe Kaget Bacanya
Baim mengakui platform OTT memang menawarkan keuntungan besar dari sisi bisnis.
Bahkan, ia sempat terkejut ketika salah satu filmnya mendapat tawaran dengan nilai yang sangat tinggi dari platform digital.
"Mengenai platform OTT seperti Netflix, Prime Video, atau Apple TV, menurut saya memang ada sisi seksi dari segi bisnisnya," ucap Baim Wong saat mampir di Tribun Si Paling Seleb, belum lama ini.
"Waktu film saya ditawar oleh OTT besar, angkanya cukup fantastis dan saya sempat kaget sendiri," kata Baim.
Baim Wong mengungkapkan bahwa ia sempat terkejut dengan besarnya penawaran yang datang dari platform OTT untuk film pertamanya sebagai produser, 'Berbalas Kejam'.
Menurutnya, ketertarikan tersebut muncul bahkan ketika film masih dalam tahap pengerjaan.
Saat itu, sutradara film tersebut, Teddy Soeriaatmadja, mendapat pertanyaan dari dua platform OTT besar mengenai proyek yang sedang digarap.
Setelah mengetahui bahwa Teddy tengah mengerjakan film bersama Baim, salah satu platform tersebut langsung memberikan respons cepat.
"Dia get back cuma dalam dua hari, dan pas ngasih penawaran, angkanya tinggi banget. Kaget gue, 'Hah? Tinggi banget!'. Akhirnya kita nego-nego, dan memang yang paling tinggi itu penawaran dari si B itu," kata Baim.
"Sesimple itu, gue dapet tiga kali lipat dari biaya produksi. Itu pertama kalinya gue bilang dalam hati, 'Wah, seksi juga ya bisnis OTT ini'. Karena kalau dulu kan nggak ada OTT, jadi kalau kita mau coba bikin film itu rasanya kayak judi," jelasnya..
Meski demikian, keuntungan bisnis tersebut tidak lantas membuatnya setuju dengan pola distribusi yang terlalu cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/film-baru-baim-wong.jpg)