Ingin Tampak Baik-baik Saja, Atalarik Syach Sembunyikan Emosinya Saat Anak Bertemu Tsania Marwah
Konflik antara Tsania Marwa dan Atalarik Syach bermula sejak perceraian mereka pada 2017. Satu di antaranya soal hak asuh anak.
Ringkasan Berita:
- Belum lama ini Tsania Marwa dan kedua anaknya bertemu. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Atalarik Syach
- Meski diizinkan bertemu anak, konflik Tsania Marwah dan Atalarik tidak mereda
- Atalarik hanya ingin menjaga perasaan anak-anaknya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Atalarik Syach menunjukkan sikap tak terduga dalam menghadapi konflik berkepanjangan dengan mantan istrinya, Tsania Marwa.
Di balik ketegangan yang masih ada, Atalarik mengaku sengaja menahan emosi dan menyembunyikan perasaan aslinya demi menjaga stabilitas mental anak-anaknya saat mereka bertemu ibu mereka.
Dalam sebuah pertemuan baru-baru ini di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Atalarik menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memastikan anak-anaknya tidak merasa tertekan atau terbebani oleh situasi orang tua mereka.
Ia memilih untuk bersikap seolah tidak terjadi apa-apa agar anak-anak merasa aman.
“Saya tidak menunjukkan apa yang sebenarnya saya rasakan. Yang penting anak-anak tahu kalau saya tidak marah, saya tidak apa-apa,” ungkap Atalarik kepada awak media.
Baca juga: Disambut Baik Atalarik Syach, Tsania Marwa: Terima Kasih untuk Papanya Anak-anak
Langkah Atalarik ini bukan tanpa alasan. Ia menyadari bahwa anak-anaknya sangat peka terhadap perubahan suasananya.
Bahkan, Atalarik menceritakan momen haru ketika salah satu anaknya sempat bertanya untuk memastikan kondisinya.
“Anak saya sampai tanya, ‘Papa marah? Papa marah?’ Tapi begitu mereka lihat saya biasa saja, mereka jadi lega,” jelasnya.
Menurutnya, respons tenang tersebut sangat efektif untuk menghapus rasa cemas pada anak-anak yang mulai beranjak remaja.
Meski tampak tenang di luar, Atalarik tidak menampik bahwa secara pribadi ia memiliki ganjalan terhadap situasi yang ada.
Namun, ia memilih untuk menyimpan rasa tidak terima tersebut rapat-rapat agar tidak merusak suasana hati buah hatinya.
“Secara personal ada yang saya enggak terima. Tapi cukup saya saja yang tahu. Yang penting anak-anak tenang,” lanjut Atalarik dengan tegas.
Bagi Atalarik, usia anak-anaknya yang kini mulai memasuki masa remaja menjadi masa yang sangat sensitif.
Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus menjadi tameng pelindung bagi perasaan mereka, meski harus mengorbankan perasaan pribadinya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tsania-Marwa-dan-Atalarik-Syachhh.jpg)