Kabar Artis
Didesak Netizen Komentari Konflik Putranya dengan Rachel Vennya, Ibunda Okin: Takut Memperkeruh
Didesak netizen, ibunda Okin akhirnya buka suara soal polemik Rachel Vennya, namun memilih tak ikut campur demi meredam situasi.
Ia memilih untuk menahan diri demi menghindari dampak yang lebih luas.
"Tidak bijak berbicara karena bisa memperkeruh masalah," pungkasnya.
Rachel Vennya Sebut Okin Tak Pernah Beri Nafkah
Sementara itu, Rachel Vennya mengungkap Okin tidak menjalankan kewajibannya dalam memberikan nafkah untuk anak-anak setelah keduanya resmi bercerai pada 2021.
Awalnya, menurut Rachel, ada kesepakatan antara dirinya dan Okin.
Dalam kesepakatan tersebut, Okin memberikan rumah yang sebelumnya mereka tempati sebagai solusi agar ia tidak perlu lagi memberikan nafkah secara rutin.
Namun, situasi justru berubah. Rumah yang disebut sebagai "solusi" itu kini ingin dijual oleh Okin
Padahal, Rachel menyebut rumah tersebut saat ini masih ditempati oleh adik-adiknya.
"Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntukbiru. Dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut'ah."
"Tapi ternyata nggak di kasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia nggak nafkahin anak-anak lagi."
"Pas datang ke rumah, sudah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renovasi buat adek-adek. Terus sekarang karena nggak ada hitam di atas putih mau dia jual, notabene adek-adek masih tinggal di sana," tulisnya.
Ibu dua anak ini, juga sempat dibuat kaget karena rumah tersebut seperti tidak terurus saat ditempati Okin hingga ia memutuskan untuk melakukan renovasi.
Akan tetapi, setelah direnovasi dan ditinggali, rumah tersebut ternyata hendak dijual mantan suaminya itu tanpa adanya izin atau basa-basi terlebih dahulu.
Terlebih, saat perjanjian dibuat antara Rachel Vennya dan Okin tidak ada kesepakatan yang tertulis.
"Tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau mengukur dan menjual rumahnya, yang adek-adek gue nggak tahu harus gimana," tulis Rachel.
Rachel Vennya tidak menyangka kepercayaannya kepada pria kelahiran Jakarta, 27 Maret 1994 itu untuk sama-sama merawat dan membesarkan anak-anak bersama telah dikhianati.