TIM Digoyang Drama Musikal Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank
Taman Ismail Marzuki dibuat bergoyang saat drama musikal Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank digelar.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Taman Ismail Marzuki dibuat bergoyang saat drama musikal Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank digelar.
- Semesta Berdendank sendiri mengangkat kisah kehidupan pasar tradisional di tengah tekanan modernisasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Taman Ismail Marzuki dibuat bergoyang saat drama musikal Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank mulai dipertunjukkan.
Pertunjukan ini tak sekadar meriah, tetapi benar-benar sukses menggoyang panggung Teater Jakarta dengan energi dangdut yang segar, emosional, sekaligus menghibur.
Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Drama Musikal Anak Jadi Tren Budaya Baru
Drama musikal itu mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga dirasa mampu memadukan humor, konflik, dan realitas sosial dalam balutan musik yang akrab di telinga masyarakat.
Semesta Berdendank sendiri mengangkat kisah kehidupan pasar tradisional di tengah tekanan modernisasi.
Cerita berpusat pada tokoh Adeng yang bercita-cita menjadi aktor dan komika, namun harus berhadapan dengan tuntutan keluarga dan realitas hidup.
Konflik tersebut mengalir ringan namun emosional, dibalut musik dangdut yang membuat cerita terasa semakin dekat dengan kehidupan banyak orang.
Lebih dari sekadar hiburan, pertunjukan ini hadir sebagai cermin sosial tentang mimpi yang harus bernegosiasi dengan kenyataan, tentang keluarga, serta harapan yang tak selalu berjalan seiring.
Proses produksinya pun tidak singkat, melibatkan 42 pemain dan total 163 kru yang menjalani latihan selama tujuh bulan di bawah naungan Semangat Seni Prasetiya Mulya.
Baca juga: Ikke Nurjanah Ungkap Keresahan ARDI soal Royalti Dangdut, Dari Rp 1,5 Miliar Kini Tinggal Rp 25 Juta
Hani Khumaira pemeran dari karakter Euis yang tampil memikat sejak awal hingga akhir pertunjukan, memberikan kesannya dalam drama musikal malam itu.
Tak hanya mengandalkan vokal yang kuat, Hani juga menunjukkan kedalaman emosi yang membuat penonton larut dalam cerita.
Bukan tanpa alasan Hani terlihat mengesankan di panggung, hal itu karena latar belakangnya yang memang dekat dengan dunia seni.
Putri dari Lisda Hendrajoni yang dikenal sebagai penyanyi religi dan Hendrajoni ini telah menunjukkan bakatnya sejak bangku sekolah.
Ia pernah menjuarai lomba menyanyi di Al-Azhar dan dipercaya menjadi Ketua Vocal Group Rawdha Voice, menjadi bukti bahwa kemampuan vokalnya telah terasah sejak dini.
Bagi Hani, tampil di panggung besar seperti TIM menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia mengaku bangga sekaligus terharu bisa menjadi bagian dari produksi besar tersebut.
“Ini pengalaman yang luar biasa," kata Hani Khumaira di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
"Bisa tampil di panggung sebesar ini, dengan tim yang hebat, jadi momen yang sangat berharga buat saya,” ungkapnya.
Kesuksesan Semesta Berdendank di TIM menjadi bukti bahwa teater musikal lokal masih memiliki daya pikat kuat di tengah gempuran hiburan modern.
Di balik itu, sosok Hani Khumaira sebagai Euis muncul sebagai salah satu highlight utama yang memperkuat keseluruhan pertunjukan.
Selain aktif menempuh pendidikan di Jakarta, ia juga tergabung dalam manajemen milik Atta Halilintar dan mulai kebanjiran tawaran bermain film.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/musikaldut.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.