Betrand Peto Hobi Badminton, Geregetan Gagal Juara Satu di Kompetisi
Betrand Peto dan Rara mengakui telah berusaha mengerahkan kemampuan terbaik di lapangan, meski hasil akhir belum berpihak.
Ringkasan Berita:
- Betrand Peto hobi badminton dan mengikuti 'Sportstive+: Badmintom Edition'
- Namun, di laga final ganda campuran, Betrand Peto dan pasangannya Rara Sudirman kalah dari pasangan Nabila Taqiyyah dan Samuel Cipta
- Diakui Betrand kekalahan tersebut karena minimnya persiapan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski harus puas sebagai runner-up dalam gelaran Sportstive+, Betrand Peto dan Rara Sudirman tak kapok mengikuti kompetisi selanjutnya.
Keduanya kalah dalam pertandingan bulu tangkis melawan Nabila Taqiyyah dan Samuel Cipta.
Onyo, sapaan akrab Betrand Peto, dan Rara, mengakui telah berusaha mengerahkan kemampuan terbaik di lapangan, meski hasil akhir belum berpihak pada mereka.
“Pokoknya apapun yang terjadi tadi di dalam lapangan, itu usaha maksimal kita berdua ya, Rara," ujar Betrand Peto usai pertandingan di Sportstive+, Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026).
"Enggak usah mikirin salah ini salah itu, aku juga banyak salah. Ini cuma fun game doang,” lanjut Onyo.
Kendati demikian, Onyo tak menampik adanya rasa mengganjal karena gagal meraih posisi puncak. Ia mengaku sejak awal sudah menargetkan kemenangan.
“Bukan kecewa sih, lebih ke ‘Aduh, kenapa enggak juara satu lagi?’. Harusnya karena sudah dari rumah itu sudah disetting untuk juara satu,” tuturnya sambil tertawa.
Sementara itu, jebolan Indonesian Idol musim 13 itu mengungkap salah satu faktor kekalahan mereka adalah minimnya waktu persiapan.
Ia menyebut hanya sempat berlatih selama dua hari, jauh lebih singkat dibanding lawan yang ternyata sudah berlatih selama satu pekan.
“Kita dua hari (latihan), mereka ternyata seminggu ya?” kata Rara.
Onyo pun memberikan pujian atas performa lawan yang dinilainya tampil solid sejak awal hingga akhir pertandingan.
“Bagus, mereka bagus. Babak pertama bagus, babak kedua juga makin bagus,” ujarnya.
Meski sempat terlihat emosional di lapangan, Onyo menjelaskan hal itu dipicu oleh ambisinya sendiri yang terlalu besar untuk menang. Ia merasa terburu-buru dalam mengambil keputusan saat bermain.
“Kesulitannya paling karena aku terlalu terburu-buru, terlalu ambisi buat menang,” ungkap Onyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Betrand-Peto-1-11042026.jpg)