Rabu, 15 April 2026

Imam Darto Tanggapi Kritik Soal Gambaran RS Koas di Film Gudang Merica

Saat teaser trailer film yang disutradarai Imam Darto tersebut muncul, penggambaran rumah sakit dinilai tidak sesuai dengan kondisi nyata.

Tribunnews.com
FILM DARTO - Imam Darto jelaskan soal kritik di media sosial tentang film terbarunya 'Gudang Merica'. Imam Darto di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Film Gudang Merica mengisahkan teror yang dialami lima sekawan koas
  • Teaser film tersebut menuai kritik. Disebutkan bahwa rumah sakit dalam film tampak tidak realistis untuk setting koas
  • Menjawab kritik, Imam Darto selaku sutradara mengatakan, timnya sudah melakukan workshop khusus bersama dokter selama beberapa hari untuk memahami detail dunia medis, termasuk praktik penanganan pasien

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imam Darto selaku sutradara film 'Gudang Merica' akhirnya buka suara terkait kritik di media sosial yang menyoroti penggambaran rumah sakit, khususnya soal setting Koas (ko-asisten).

Saat teaser trailer film terbarunya itu muncul, penggambaran rumah sakit KOAS dinilai tidak sesuai dengan kondisi nyata.

Darto mengaku memahami adanya pertanyaan publik soal riset yang dilakukan tim produksi. 

Namun ia menegaskan bahwa proses pendalaman materi sudah dilakukan secara serius dan melibatkan tenaga profesional.

“Gue mengerti lah bahwa ada sebuah pertanyaan ‘Apakah riset?’, gitu jujur, riset,” ujar Imam Darto di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Jeans Jadi Fashion Item Andalan Imam Darto Agar Terus Terlihat Lebih Muda

Ia menjelaskan, timnya bahkan melakukan workshop khusus bersama dokter selama beberapa hari untuk memahami detail dunia medis, termasuk praktik penanganan pasien.

“Kita workshop cara menangani pasien, RJP itu gimana. Bahkan ada peran yang dimainkan langsung oleh dokter yang kasih workshop itu. Jadi kita memang pakai dokter asli,” jelasnya.

Meski begitu, Darto menekankan bahwa film tidak hanya soal akurasi, tetapi juga soal keputusan kreatif yang melibatkan banyak aspek produksi. 

"Ya tapi film itu banyak elemennya; cerita, art direction, kamera, lokasi, termasuk perizinan. Itu semua tarik-tarikan," kata Darto.

"Tim cerita maunya begini, tapi lokasi bisanya begini. Jadi keputusan yang kita ambil itu sudah yang paling terbaik dan terbijak saat itu,” ungkapnya.

Terkait kritik yang menyebut rumah sakit dalam film tampak tidak realistis untuk setting koas, Darto memberikan penjelasan bahwa hal tersebut merupakan kebutuhan cerita.

“Kalau bicara Koas, memang biasanya di rumah sakit pendidikan dan nggak boleh sepi. Tapi karakter-karakter kita ini harus ada di rumah sakit yang nggak boleh ramai," ujarnya  

'Karena kalau ramai, ceritanya nggak akan bergerak,” lanjut Darto.

Ia pun memastikan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar gimmick, melainkan hasil pertimbangan matang demi kepentingan narasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved