Minggu, 19 April 2026

Serial Netflix

Cerita Dibalik Layar Serial 'Luka, Makan, Cinta', dari Mawar Eva de Jongh dan Deva Mahenra

Cerita dibalik layar serial Netflix original Indonesia "Luka, Makan, Cinta" dibintangi oleh Mawar Eva de Jongh, Sha Ine Febriyanti, dan Deva Mahenra.

Istimewa Netflix
SERIAL NETFLIX INDONESIA - Mawar Eva de Jongh dan Deva Mahenra di konfrensi pers Netflix Rabu (15/4/2026). Cerita dibalik layar serial Netflix original Indonesia "Luka, Makan, Cinta" dibintangi oleh Mawar Eva de Jongh, Sha Ine Febriyanti, dan Deva Mahenra. 

“Dinamika hubungan ibu dan anak di serial ini datang dari cara didik keduanya yang berbeda. Ibu Sari mungkin berbeda dengan gaya parenting zaman sekarang, tapi bukan berarti dia tidak cinta dan dia juga punya gengsi yang tidak bisa diungkapkan. Latar belakang keduanya yang berbeda membuat kepribadian mereka berlainan dan cara mengungkapkan sayang juga jadi berbeda,” ungkap Mawar Eva de Jongh.

Ia bahkan mengibaratkan hubungan Luka dengan ibunya seperti lengkuas dalam rendang. 

“Dihindari ketika makan tapi sebenarnya dibutuhkan untuk membuat rendang,” ujarnya sambil tertawa.

Sementara itu, Sha Ine Febriyanti yang memerankan Sari menjelaskan kompleksitas karakternya. 

“Sari adalah ibu yang cukup kuno, mendidik anak dengan sangat keras dengan tujuan agar anaknya menjadi sesuatu yang lebih dari dia. Sari sebenarnya mempersiapkan anaknya untuk Umah Rasa, tempat dedikasi dia sepanjang hidupnya. Sari ini unik karena dia karakter yang terlihat ambisius padahal tidak, dia terlihat galak tapi dicintai oleh seluruh krunya. Dia adalah akar dari kompleksitas perjalanan Luka,” kata Sha Ine Febriyanti.

Dari sisi lain, Deva Mahenra yang memerankan Dennis turut menjelaskan sudut pandang karakternya. 

“Sebagai head chef di Umah Rasa dan setelah berkelana di banyak restoran, Dennis melihat ini sebagai peluang mewujudkan ambisinya untuk mendapatkan bintang Craft, sesuatu yang dianggap sebagai pencapaian tertinggi untuk restoran. Namun kehadiran Dennis jadi penghalang mimpi dan harapan seorang anak meneruskan dedikasi ibunya. Akhirnya terjadi rivalitas dengan kepentingan masing-masing, walau pada akhirnya persaingan Luka dan Dennis ini menjadikan Umah Rasa lebih baik lagi,” ujar Deva Mahenra.

Pengalaman syuting di dapur juga memberikan kesan mendalam bagi para pemain. 

“Kami jadi memahami kerja keras di dapur dan betapa tidak mudahnya untuk tetap berfokus dalam situasi yang penuh tekanan, berisik, dan panas,” kata Deva yang diamini oleh Mawar.

Ia menambahkan, “Jauh sebelum syuting saya sangat respek terhadap segala profesi. Setelah menyelami skenario dan karakter Dennis serta syuting Luka, Makan, Cinta saya ingin salim ke semua chef. Setelah mendalami perjuangan menghadapi kehidupan dapur yang chaotic dan tuntutan untuk bisa multitasking, saya sampaikan hormat untuk semua chef.”

Menghadirkan kisah yang penuh emosi, visual kuliner yang menggoda, serta proses produksi yang serius dan detail, Luka, Makan, Cinta bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan juga potret kehidupan dapur dan relasi manusia yang kompleks. 

Serial ini kini sudah dapat disaksikan secara global dan menjadi salah satu karya lokal yang patut diperhitungkan di panggung internasional.

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved