Selasa, 12 Mei 2026

Gangguan Gizi Rentan Dialami Korban Bencana, Zaskia Mecca Gercep Ikut Gerakkan Relawan

Zaskia Adya Mecca tergerak saat melihat potensi terjadinya rawan gizi pada korban bencana dan ia digandeng PP Aisyah mengatasi ini.

Tayang:
Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah
BANTU KORBAN BANJIR - Zaskia Adya Mecca menceritakan perjuangannya membantu korban banjir di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Momen melihat korban kembali tersenyum membuat Zaskia Mecca bahagia. (Fauzi Alamsyah/Tribunnews.com). 

Ringkasan Berita:
  • Zaskia Adya Mecca tergerak saat melihat potensi terjadinya rawan gizi pada korban bencana
  • Zaskia Mecca langsung tergerak saat digandeng sebagai mitra Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah mendorong pemulihan gizi masyarakat di daerah terdampak bencana.
  • Zaskia Mecca sebagai penggagas Rangkul Foundation ikut digandeng dalam pemulihan gizi korban bencana di kabupaten Aceh Tamiang (Aceh), Langkat (Sumatera Utara) dan Agam (Sumatera Barat).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kerap turun langsung ke daerah bencana membuat selebriti Zaskia Adya Mecca tergerak saat melihat potensi terjadinya rawan gizi pada korban terdampak. 

Istri Hanung Bramantyo ini ingin bereaksi ke lapangan dengan tuntas, ia tak lagi sekedar menyalurkan donasi, tapi juga efek yang terjadi pascabencana. 

Baca juga: Zaskia Mecca Kecewa Sidang Penganiayaan oleh Oknum TNI Ditunda, Hanung Bramantyo : Kritik Itu Cinta


“Masyarakat Indonesia termasuk yang cepat dalam mengumpulkan donasi. Yang sulit itu aalah bagaimana menyalurkannya, bagaimana agar tepat untuk membantu kehidupan masyarakat korban bencana,” ujarnya. 

Karena itu Zaskia Mecca langsung tergerak saat digandeng sebagai mitra Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah mendorong pemulihan gizi masyarakat di daerah terdampak bencana dengan menggelar edukasi bagi kader dan relawan. 

 

Gizi aisyiyah
Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah mendorong pemulihan gizi masyarakat di daerah terdampak bencana dengan menggelar edukasi bagi kader dan relawan. 


Upaya ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kerentanan gizi, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia, yang kerap muncul pascabencana. 

Zaskia Mecca sebagai penggagas Rangkul Foundation ikut digandeng dalam pemulihan gizi korban bencana di kabupaten Aceh Tamiang (Aceh), Langkat (Sumatera Utara) dan Agam (Sumatera Barat).

Selain Zaskia Mecca gerakan ini juga didukung Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI),  Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ini mendorong kader dan relawan dibekali pengetahuan serta keterampilan praktis guna memastikan pemenuhan gizi masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan. 


Donasi Selaras dengan Pemenuhan Gizi 

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), H. Budi Setiawan, S.T., menegaskan bantuan bagi korban bencana harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang tepat. 

Pemberian asupan yang salah, seperti kental manis yang diseduh, justru berisiko memperburuk kondisi kesehatan mereka.

“Kelompok rentan yang setiap harinya diberikan asupan instan seperti kental manis dapat mengalami gangguan kesehatan yang serius di masa mendatang,” ujar Budi dalam kesempatan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, S.K.M., M.K.M. Ia menekankan bahwa konsumsi produk tinggi gula secara berulang dapat merusak pola makan alami anak. 

“Kandungan gula yang mencapai 5–10 gram per 100 ml dalam sekali minum kental manis seduh sudah sangat berisiko bagi tubuh,” jelas Tria. Ia juga mengingatkan bahwa kental manis sering kali menjadi pilihan praktis di lokasi bencana karena mudah didapat dan disajikan. Namun, justru di situasi pasca-bencana itulah kewaspadaan terhadap nutrisi balita harus ditingkatkan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru di pengungsian.

Sejalan dengan hal itu, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., selaku Rektor Universitas 'Aisyiyah sekaligus Ketua Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, menekankan bahwa gizi sering kali menjadi hal yang terlupakan dalam penanganan bencana. Padahal, gizi adalah kunci utama pemulihan para penyintas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved