Cara Ayu Dewi Bangun Kedekatan dengan Anak Meski Sibuk Kerja
Dalam keseharian, Ayu Dewi mengaku selalu berusaha menyisihkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama keluarga.
Ringkasan Berita:
- Dalam keseharian, Ayu Dewi selalu berusaha menyisihkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama keluarga
- Bagi Ayu Dewi, kesibukan seharusnya bukan penghalang untuk tetap hadir dalam kehidupan anak
- Ayu Dewi meyakini bukan seberapa banyak waktu yang dimiliki, melainkan bagaimana orang tua menciptakan momen bersama anak, sekecil apa pun itu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kesibukan kerap menjadi alasan utama orang tua sulit meluangkan waktu bersama anak.
Padahal, di tengah rutinitas yang padat, justru kebersamaan sederhana bisa menjadi kunci penting dalam menjaga kedekatan emosional anak dengan orang tua.
Selebriti sekaligus mom influencer Ayu Dewi mengungkapkan, kesibukan seharusnya bukan penghalang untuk tetap hadir dalam kehidupan anak.
“Kalau menurut aku, sebenarnya sibuk itu bisa kita atur, nggak ada orang yang sibuk banget sampai nggak bisa ngapa-ngapain,” ujarnya pada konferensi pers yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2026).
Menurutnya, yang terpenting bukan seberapa banyak waktu yang dimiliki, melainkan bagaimana orang tua menciptakan momen bersama anak, sekecil apa pun itu.
Baca juga: Ayu Dewi Bongkar Cara Bangun Anak Percaya Diri dan Berpikir Solutif
Dalam keseharian, Ayu Dewi mengaku selalu berusaha menyisihkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama keluarga.
Salah satu yang paling sederhana adalah makan bersama.
“Minimal kita harus selalu ngelakuin hal bareng-bareng, itu aja, apapun halnya,” katanya.
Makan bersama bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang interaksi penting antara orang tua dan anak.
Di momen ini, anak bisa bercerita, bertanya, hingga belajar berkomunikasi secara terbuka.
Tidak hanya itu, Ayu Dewi juga membiasakan berbagai aktivitas ringan dilakukan bersama keluarga.
Mulai dari bermain gitar, permainan kartu, hingga kegiatan santai lainnya.
“Dari hal sesederhana mungkin, kalau kita ngelakuinnya bareng-bareng, selaku keluarga, as a family, pasti kehangatan itu muncul, dan dari kehangatan itu, pasti keseruan itu juga tebul,” ungkapnya.
Ia menilai, kebersamaan seperti ini akan membentuk memori hangat bagi anak yang berpengaruh pada tumbuh kembang mereka.
Tak Perlu Sempurna, yang Penting Hadir
Di tengah tren media sosial, banyak orang tua merasa harus menghadirkan momen keluarga yang ideal.
Namun, Ayu Dewi justru menekankan pentingnya kehadiran yang nyata, bukan kesempurnaan.
“Yang penting semuanya dilakuin bareng-bareng lah, di waktu-waktu tertentu. Dan be real banget ya,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi lelah, mengantuk, atau tidak sempurna bukan masalah, selama kebersamaan tetap terjadi.
Ayu Dewi juga mengingatkan bahwa kedekatan anak tidak bisa dibangun hanya lewat interaksi digital.
“Itu penting loh, karena bersama itu tidak hanya di ruang virtual. Tapi di ruang beneran,” tegasnya.
Hal ini menjadi penting di tengah kebiasaan keluarga modern yang semakin akrab dengan gadget.
Dari pengalaman tersebut, terlihat bahwa membangun kedekatan anak tidak harus menunggu waktu luang yang panjang atau aktivitas mahal.
Justru dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama, anak bisa merasakan kehangatan, perhatian, dan rasa aman.
Kebersamaan inilah yang pada akhirnya membentuk karakter anak menjadi lebih percaya diri, terbuka, dan siap menghadapi kehidupan ke depan.
Karena bagi anak, kehadiran orang tua, meski dalam momen kecil, akan selalu berarti besar.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ayu-dewi-dan-regi-datau123.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.