Rabu, 29 April 2026

Pegal karena Duduk Lama? Dokter Ungkap Bahaya ‘Silent Damage’ pada Pekerja Kantoran

Gaya hidup minim gerak atau sedentary justru menjadi faktor utama kerusakan tubuh secara perlahan.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/Fersianus Waku
SEREMONIAL HAM — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (tengah) saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pigai meminta agar kegiatan seremonial sosialisasi HAM tidak dibatasi karena pendekatan kultural melalui seni dan tradisi daerah dianggap lebih efektif untuk menyentuh hati masyarakat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duduk berjam-jam di depan komputer kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pekerja kantoran

Namun di balik rutinitas tersebut, ada ancaman kesehatan tulang yang sering diabaikan.

Dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Retno Setianing, Sp.KFR(K), mengingatkan bahwa gaya hidup minim gerak atau sedentary justru menjadi faktor utama kerusakan tubuh secara perlahan.

“Yang lebih berbahaya adalah gaya hidup tidak aktif. Yang penting jangan seharian duduk,” ujarnya pada live streaming Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health, Rabu (29/4/2026). 

Baca juga: Lima Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat Buat Pekerja Kantoran yang Sibuk di Depan Laptop

Menurutnya, banyak orang menganggap keluhan ringan seperti pegal atau kaku sebagai hal biasa. Padahal, itu bisa menjadi tanda awal gangguan yang lebih serius.

Dr. Retno menjelaskan bahwa otot yang terasa kaku sebenarnya sedang “melindungi diri” dari rasa nyeri. Namun jika dibiarkan, kondisi ini justru bisa memperburuk keadaan.

“Paling sering itu pegal-pegal. Otot jadi kaku. Awalnya untuk mengurangi nyeri, tapi kalau dibiarkan, nyerinya jadi berkepanjangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika otot terus melemah, ukuran dan kekuatannya bisa menurun. Hal ini membuat tubuh tidak mampu menopang aktivitas sehari-hari secara optimal.

Solusi utamanya bukan hanya istirahat, tetapi latihan fisik untuk mengembalikan fungsi otot.

“Harus dilatih supaya ukurannya kembali dan kemampuannya kembali. Itu yang disebut rehabilitasi aktif,” tegasnya.

Posisi Duduk Salah, Dampaknya Bisa Menjalar

Selain kurang gerak, posisi duduk yang tidak tepat juga menjadi penyebab utama gangguan tulang dan otot.

Mulai dari posisi layar yang terlalu rendah hingga kebiasaan membungkuk saat menggunakan ponsel.

“Kalau posisi tidak sejajar dengan mata, bahu jadi membungkuk, pergelangan tangan bermasalah, bahkan bisa terjadi sindrom terowongan karpal,” paparnya.

Tak hanya itu, kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel juga memperparah kondisi.

“Ke depan bukan hanya penjahit saja yang kena. Semua orang bisa kena, karena sekarang semua ‘menjahit’ lewat HP,” katanya.

Solusi Sederhana yang Sering Diabaikan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved