Selasa, 5 Mei 2026

Garin Nugroho Soroti Pentingnya Regenerasi Sineas Muda

Garin Nugroho adalah salah satu inisiator LA Indie Movie. Ia menegaskan pentingnya kehadiran program ini bagi regenerasi sineas Tanah Air.

Tayang:
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sutradara Garin Nugroho berpose untuk difoto usai menghadiri acara di Jakarta, Selasa (5/11/2019). Garin Nugroho bersyukur film garapannya, Kucumbu Tubuh Indahku menjadi wakil Indonesia di Ajang Academy Awards 2020. TRIBUNNEWS/HERUDIN 
Ringkasan Berita:
  • Garin Nugroho menilai LA Indie Movie sebagai wadah penting untuk regenerasi perfilman Indonesia sekaligus menjadi ruang lahirnya karya dengan gagasan yang otentik dari sineas muda
  • Workshop dan kompetisi yang dihadirkan, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga peluang nyata untuk masuk ke industri film
  • LA Indie Movie 2026 digelar di dua kota besar, yakni Jakarta pada 13-14 Juni 2026 dan Yogyakarta pada 20-21 Juni 2026

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program pengembangan sineas muda, LA Indie Movie, resmi kembali digelar setelah sempat vakum selama enam tahun akibat pandemi.

Ajang yang pertama kali hadir pada 2007 ini kembali membuka peluang bagi para kreator film Indonesia untuk mengasah kemampuan sekaligus menembus industri perfilman nasional hingga internasional.

LA Indie Movie dikenal sebagai wadah bagi berbagai profesi di dunia film, mulai dari penulis naskah, sutradara, produser, editor, production designer, sinematografer, hingga digital creator untuk berkumpul, bertukar ide, dan berkolaborasi.

Baca juga: Garin Nugroho dan Benni Setiawan Kolaborasi Garap Film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih

Program tahun 2026 ini menghadirkan rangkaian kegiatan seperti workshop, kelas inspiratif, hingga mentorship eksklusif bersama para praktisi film terpilih.

Salah satu inisiator LA Indie Movie, Garin Nugroho, menegaskan pentingnya kehadiran program ini bagi regenerasi sineas Tanah Air.

“Wadah seperti LA Indie Movie sangat penting untuk regenerasi perfilman Indonesia dan juga menjadi ruang lahirnya karya dengan gagasan yang otentik dari sineas muda,” ujar Garin kepada awak media melalui keterangan resmi, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, melalui workshop dan kompetisi yang dihadirkan, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga peluang nyata untuk masuk ke industri film.

Tak hanya itu, peserta juga akan mendapatkan kesempatan langka untuk belajar langsung dari praktisi film nasional maupun internasional. 

Topik yang dibahas pun beragam, termasuk perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang kini mulai merambah industri perfilman dan konten kreatif.

Perwakilan LA Indie Movie dari PT Perada Swara Productions, Hani Aulia, menyebut pihaknya berkomitmen mendukung talenta kreatif Indonesia.

“Sejak lebih dari 15 tahun lalu, kami bangga bisa berkontribusi mendukung dan mencetak banyak filmmaker muda Indonesia, bahkan hingga ada yang berkarier secara internasional,” kata Hani.

Menariknya, LA Indie Movie juga menyediakan total hadiah hingga Rp 400 juta bagi finalis terpilih untuk memproduksi film pendek impian mereka. 

Para finalis juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor profesional.

Selain produksi film, karya para peserta nantinya akan mendapatkan dukungan promosi di berbagai media terpilih serta berpeluang diputar di festival film internasional.

Adapun LA Indie Movie 2026 digelar di dua kota besar, yakni Jakarta pada 13-14 Juni 2026 dan Yogyakarta pada 20-21 Juni 2026.

Selain pendaftaran online, layanan pendaftaran dibuka di dua kota Jakarta dan Yogyakarta.
Tiket publik seharga 75 ribu rupiah dan mahasiswa 50 ribu rupiah dengan kartu mahasiswa aktif. 

Calon peserta bisa membeli tiket, mendaftarkan ide cerita, dan portofolio mereka untuk kompetisi melalui situs LA INDIE MOVIE mulai tanggal 1 Mei. 

Berikut adalah narasumber terpilih yang akan terlibat dalam pelatihan dan mentorship LA Indie Movie 2026:

Garin Nugroho (sutradara & budayawan), Joko Anwar (sutradara), Wregas Bhanuteja (sutradara), Khozy Rizal (sutradara), Fajar Nugros (sutradara), Loeloe Hendra (sutradara), Jeihan Angga (sutradara), Odair Faleco (sutradara film AI), Ifa Isfansyah (produser), Tia Hasibuan (produser), Muhammad Zaidy (produser), Asmara Abigail (aktor), Claresta Taufan (aktor).

Kemudian Batara Goempar (director of photography), Ical Tanjung (director of photography), Vida Sylvia (production designer), Dita Gambiro (production designer), Aline Jusria (editor), Andhy Pulung (editor), Kalvin Irawan (VFx artist), Upie Guava (VFx artist).

(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved