Prabowo Ingin Konser K-Pop Ditambah, Promotor Soroti Pentingnya Infrastruktur dan Perizinan
Dikatakan Menlu Sugiono, Presiden Prabowo Subianto disebut ingin penyanyi dan grup musik Korea Selatan semakin sering menggelar konser di Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Mecimapro dikenal sebagai salah satu promotor besar di Indonesia yang kerap menghadirkan konser K-Pop dan fan meeting artis Korea Selatan
- Melani Mecimapro menerima banyak pesan dari publik yang menanyakan jadwal konser K-Pop di Tanah Air hingga artis yang kemungkinan akan tampil ke depannya
- Melani berharap ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan promotor agar dukungan yang diberikan dapat mempermudah artis internasional datang ke Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Promotor kondang Franciska Dwi Melani atau yang akrab disapa Melani Mecimapro merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang belum lama ini menginginkan agar konser K-Pop lebih sering digelar di Indonesia.
Setelah pernyataan tersebut ramai diperbincangkan, Melani menerima banyak pesan dari publik yang menanyakan jadwal konser K-Pop di Tanah Air hingga artis yang kemungkinan akan tampil ke depannya.
Sebagai informasi, Mecimapro dikenal sebagai salah satu promotor besar di Indonesia yang kerap menghadirkan konser K-Pop dan fan meeting artis Korea Selatan.
"Iya itu pernyataan yang heboh itu, dikirim sama ke saya banyak banget tuh yang kirim tuh kemarin. Jadi saya tuh lihat potensinya sebenarnya Indonesia tuh besar banget," kata Melani kepada Tribunnews dalam wawancara virtual, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Kabar Gembira Fans K-Pop, Menlu Sebut Presiden Prabowo Siapkan Penambahan Kuota Konser
Melani menilai besarnya potensi tersebut tak lepas dari jumlah penggemar K-Pop di Indonesia yang sangat besar.
Lebih lanjut, ia berharap ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan promotor agar dukungan yang diberikan dapat mempermudah artis internasional datang ke Indonesia.
Melani kemudian mencontohkan konser Taylor Swift yang dalam tur Asia Tenggaranya hanya digelar di Singapura.
Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah setempat terhadap industri hiburan.
"Kalau kita lihat nih contoh ya misalnya kayak Singapura, pemerintahnya tuh berani lho waktu yang Taylor Swift itu pemerintah Singapura tuh kan ikut mendukung promotor lokalnya Singapura itu untuk pitch ke Taylor Swift ya," ujar Melani.
"Jadi Taylor Swift kan memang kalau nggak salah cuma datang ke Singapura saja di Asia Tenggara," lanjutnya.
Melani berharap pernyataan Presiden Prabowo bisa menjadi awal kolaborasi yang lebih nyata antara pemerintah dan industri kreatif.
Pasalnya, selama 16 tahun berkecimpung di industri hiburan, ia merasa belum ada perubahan signifikan dalam pengembangan industri kreatif di Indonesia.
"Sebenarnya dukungannya tuh kalau bisa misalnya dalam penguatan infrastruktur termasuk venue, transportasi, kemudian kemudahan koordinasi misalnya perizinan," ujar Melani.
"Jujur saja ya dari 15 tahun lalu sampai sekarang itu nggak berubah, sama pengembangan industri kreatifnya," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Franciska-Dwi-Melani-1-08052025.jpg)