Kabar Artis
Erin Tegaskan Tak Pernah Tahan KTP maupun Barang-barang ART-nya: yang Pegang Security
Erin membantah tuduhan dirinya menahan barang-barang dan KTP sang ART yang kini melaporkannya atas tuduhan penganiayaan.
Ringkasan Berita:
- Erin bantah tahan KTP dan barang-barang ARTnya.
- Ia mengungkapkan kesiapannya melawan laporan dugaan penganiayaan terhadap sang ART.
- Pengakuan ART Erin.
TRIBUNNEWS.COM - Mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin menanggapi tudingan dirinya masih menahan KTP dan juga barang-barang sejumlah ART-nya.
Setelah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan atas tuduhan penganiayaan ART, Erin kini sering muncul ke hadapan media untuk memberikan klarifikasi.
Ia membantah semua tuduhan penganiayaan yang dilayangkan ART-nya, Herawati.
Begitu pula dengan tuduhan dirinya masih mengamankan sejumlah KTP milik ART-ART sebelumnya.
"Enggak ada, enggak ada yang saya tahan. Saya nggak pegang, yang pegang security," kata Erin, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (9/5/2026).
Di kesempatan itu, Erin menegaskan siap membantah semua tuduhan Herawati di hadapan penyidik nanti.
"Siap banget. 100 persen percaya diri," tegasnya.
Kendati berseteru, pihaknya menampik ada dendam dengan para ART-nya.
"Enggaklah," sahutnya sembari berlalu.
Sementara itu, kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga turut memastikan akan mencari siapa yang menyuruh ART itu untuk melaporkan kliennya.
"Nanti di belakangnya ini pasti kita akan kejar juga. Nanti akan kita tanya siapa yang nyuruh ART. Misal nanti ART bilang yang nyuruh penyalur, kita kejar penyalur yang suruh siapa. Kan gitu," terang Sunan.
Baca juga: Reaksi Anak-anak Andre Taulany setelah Erin Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan ART
"Jadi kita enggak mau buru-buru selesai kasus hukum ini. Kami akan melakukan semua upaya-upaya hukum, kita akan kejar supaya terbuka semua," ucap ayah dua anak itu.
Hera Ngaku KTP dan Gaji Ditahan
Erin dipolisikan asisten rumah tangganya (ART), Herawati yang mengaku menerima sederet penganiayaan.
Hera diduga mengalami kekerasan verbal dan juga fisik dari janda tiga anak itu pada 28 April 2026, lalu.
Diakui Hera, ia baru bekerja dengan Erin satu bulan kurang dua hari.