Kabar Artis
Suami ART Erin Nangis Istrinya Kerja di Rumah Eks Andre Taulany 3 Minggu Tak Ada Kabar: Ingin Jemput
Sosok Rahmat, seorang pria asal Cianjur muncul mengaku istrinya, Nur, bekerja sebagai ART Erin sudah tiga minggu tak ada kabar.
"Cuman ya saya kan namanya keluarga di kampung tetap biasanya komunikasi sekarang enggak," lanjut Rahmat.
Ia menjelaskan maksud kemunculannya di publik untuk meminta menjemput istrinya baik-baik.
"Intinya saya ingin ngejemput istri saya gimanapun secara baik-baik sama Bu Erin. Saya mau secara kekeluargaan gitu aja udah. Saya pengin tahu aja kondisi istri saya, udah gitu aja," pungkasnya.
ART Ungkap Dugaan Penganiayaan
Kasus ini bermula dari viralnya akun Threads @niadamanik7 yang mengunggah kisah jika seorang wanita yang diduga adalah ART Erin setelah mendapatkan perlakuan kekerasan.
Penyalur ART, Nia Damanik mengungkap bahwa Hera sempat menghubungi dirinya di hari kejadian mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Erin.
Saat itu, Hera meminta bantuan lantaran kepalanya dipukul menggunakan sapu.
"Kemarin itu kan jam 3 sore tuh, saya ditelepon kan, dia bilang gini 'Halo, kak', katanya 'Apa?' 'Tolongin saya'."
"'Dipukul apanya?' 'Kepala saya dipukul pakai sapu'," bebernya, dikutip dari YouTube Cumicumi, Kamis (30/4/2026).
Tak langsung percaya dengan pengakuan Hera, Nia pun menanyakan kesalahan yang telah dilakukan ART tersebut.
Berdasarkan keterangan H, ia menerima dugaan penganiayaan hanya karena telat menutup jendela.
"Terus saya bilang 'Bikin salah apa neng?' Katanya 'Enggak bikin salah',' kata Nia Damanik.
"'Entah cuman gara-gara telat nutup jendela' katanya," sambungnya.
Erin Minta Bantuan Komisi III DPR RI
Di tengah proses hukum yang berjalan, Erin bersama kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, memilih mendatangi Gedung DPR RI di Jakarta untuk memberikan klarifikasi sekaligus meminta Komisi III bersikap netral dalam menyikapi perkara yang menyeret kedua belah pihak.
Langkah itu dilakukan menyusul adanya kekhawatiran terkait objektivitas penanganan kasus.
Terlebih, sempat muncul kabar mengenai kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya yang menyebut laporan Erin berpotensi tidak diproses lebih lanjut.
Sunan Kalijaga menilai hukum seharusnya berlaku setara tanpa memandang latar belakang seseorang.