Sempat Absen Tahun Lalu, AFAA Hadirkan Enam Film di Balinale 2026
Asian Film Academy Awards (AFAA) kembali hadir di ajang Balinale. Pada 2026 ini AFFA hadir dengan program Hong Kong Film Gala Presentation.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Asian Film Academy Awards (AFAA) kembali hadir di ajang Balinale
- Pada 2026 ini AFFA hadir dengan program Hong Kong Film Gala Presentation.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran Asian Film Academy Awards (AFAA) kembali mewarnai gelaran Bali International Film Festival (Balinale) 2026 melalui program Hong Kong Film Gala Presentation.
Setelah sempat absen pada 2025, AFAA tahun ini membawa enam film dengan ragam genre dan tema, mulai dari aksi menegangkan, drama keluarga, kisah anak muda Gen Z, komedi, hingga cerita berlatar legenda masa lalu.
Baca juga: Balinale 2025 Siap Digelar di Sanur dan Jadi Pusat Perayaan Sinema Global
Di antara sekitar 100 judul film yang hadir di Balinale 2026, enam film pilihan dari AFAA disebut semakin memperkuat eksistensi perfilman Hong Kong di tengah persaingan industri global.
"AFAA 2026 hadir kembali setelah sempat absen di tahun 2025. Sedangkan pada tahun 2024 diwarnai kehadiran salah satu tamu istimewa serta filmmaker kawakan Hong Kong, Stanley Kwan," kata Deborah Gabinetti, Pendiri sekaligus Festival Director Balinale dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Senin (25/5/2026).
Tahun ini Balinale dan AFAA kembali menghadirkan film-film dengan kualitas film-film beragam," ungkapnya.
Salah satu film yang menjadi sorotan adalah Road to Vendetta (2025) garapan Albert Njo Kui-Ying.
Film produksi Hong Kong-Jepang ini menghadirkan ketegangan khas film aksi era 1990-an melalui kisah balas dendam yang dibalut adegan laga intens.
Dibintangi Jeffrey Ngai, Sara Minami hingga Takumi Saitoh, film berdurasi 108 menit tersebut mendapat respons positif dari penonton festival karena dianggap sebagai penghormatan terhadap gaya klasik film pembunuh bayaran.
Selain menyajikan aksi yang padat, film ini juga tetap memberi ruang pada emosi karakter sehingga banyak penonton menilainya sebagai tontonan aksi Asia yang mengingatkan pada kejayaan film Hong Kong.
Kemudian ada Night King (2026) karya Ng Wai-lun yang mempertemukan Dayo Wong dan Sammi Cheng dalam dinamika hubungan cinta-benci yang pahit sekaligus manis.
Drama komedi berdurasi 133 menit ini menawarkan cerita tentang perjuangan bertahan hidup di tengah berbagai rintangan.
Selain alur yang dinilai menarik, kemewahan set dan pengemasan adegannya disebut mampu menghadirkan kombinasi antara kepahitan hidup dan tawa melalui perjalanan para tokoh utamanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BALINALE-2026-h.jpg)