Idul Adha 2026
Ini Trik Irfan Hakim Agar Pembagian Daging Kurban Tak Ricuh, Pakai Tinta Pemilu
Demi menjaga agar pembagian daging tak ricuh, Irfan Hakim punya trik yang unik saat mmebagikan daging kurban.
Ringkasan Berita:
- Irfan Hakim tak hanya berdagang, ia juga membeli hewan kurban untuk disembelih dan berbagi kepada yang membutuhkan.
- Usai dipotong di rumahnya, dagingnya disebar ke beberapa wilayah di Indonesia.
- Demi menjaga agar pembagian daging tak ricuh, Irfan punya trik yang unik saat mmebagikan daging kurban.
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Selain menjual sapi ke rekan-rekan artis, presenter kondang Irfan Hakim juga membeli hewan kurban untuk disembelih dan berbagi kepada yang membutuhkan.
Dua hari raya Idul Adha ini, Irfan sampai kurang tidur karena mengurus sapi dagangan hingga yang akan ia kurbankan.
Baca juga: Nangis Lihat Sapi Kurbannya Disembelih, Irfan Hakim: Ada Kedekatan Tersendiri
"Alhamdulillah tahun ini ada belasan sapi dan hewan kurban lainnya aku potong. Wah, ramai banget dari kemarin sebetulnya. Ini saya kurang tidur berhari-hari," kata Irfan Hakim ketika ditemui di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/5/2026).
Pria berusia 50 tahun ini mengungkapkan belasan sapi yang ia kurbankan, dipotong di rumahnya. Kemudian, dagingnya disebar ke beberapa wilayah di Indonesia.
"Hari ini kita kerja keras menyembelih 15 ekor sapi, 7 kambing Etawa, dan juga 1 domba besar. Dagingnya disebar ke Bandung dan Sumedang," ucapnya.
Kediaman Irfan Hakim Firmansyah langsung diserbu warga sekitar, yang ingin mendapatkan daging kurban darinya, antreannya sampai mengular panjang di jalan raya.
Irfan mengakui sempat terjadi sedikit kericuhan, karena banyaknya orang yang datang ke rumah untuk mendapatkan daging, yang diterapkan dalam sistem kupon.
"Kita siapkan 1.000 paket buat yang mengantre, kayaknya malah sudah lebih dari itu. Sistemnya sengaja enggak pakai kupon karena kalau kupon itu terbatas dan malah bikin ribet," jelasnya.
"Jadi, siapa saja warga yang datang silakan mengantre. Tapi, tiap habis mengambil daging, jarinya kita celup pakai tinta biru pemilu," sambungnya.
Alasan Irfan menggunakan tinta biru pemilu, agar mudah mendeteksi siapa saja yang sudah dapat daging, serta mengantisipasi masyarakat tidak mendapatkan dua kali.
"Ya, kalau ada yang sedikit curang atau akal-akalan, sudahlah, namanya juga sedekah. Yang penting tidak ada warga yang terlewat dan tidak kebagian," ungkapnya.
Meski lelah, Irfan Hakim senang bisa melaksanakan pemotongan hingga pembagian hewan kurban. Terlebih bobot totalnya sampai belasan ton.
"Jika ditotal secara keseluruhan, berat kotor dari seluruh hewan kurban yang kami sembelih hari ini minimal mencapai 15 ton. Angka ini mencakup keseluruhan bagian hewan," ujar Irfan Hakim. (Ari).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/profil-irfan-hakim-baru.jpg)