Jumat, 5 Juni 2026

Berseteru dengan Rien Wartia Bawa Trauma, Eks ART Buka Pintu Damai Asal Haknya Dikembalikan

Meski membuka peluang berdamai, Herawati mengaku kondisi psikologisnya belum sepenuhnya pulih setelah persoalan tersebut mencuat ke publik.

Tayang:
Tribunnews.com
KESAL - Rien Wartia Trigina alias Erin mantan istri Andre Taulany, ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Ia kesal dengan Herawati, eks asisten rumah tangganya, yang mengaku dianiaya. Pernyataan Hera membuat Erin merasa nama baiknya dicemarkan. 

Ringkasan Berita:
  • Herawati menegaskan dirinya tidak menutup pintu perdamaian. Namun, ia berharap ada itikad baik dari pihak Erin Wartia untuk mengembalikan seluruh hak miliknya.
  • Perdamaian hanya dapat terwujud apabila kedua pihak sepakat untuk saling mencabut laporan yang telah dibuat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perseteruan antara Rien Wartia Trigina dan mantan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, tampaknya mulai mengarah ke jalan damai.

Meski menyimpan trauma akibat konflik yang berujung saling lapor ke polisi, Herawati mengaku bersedia memaafkan Rien Wartia Trigina.

Namun dengan syarat apabila hak-haknya yang hingga kini masih tertahan segera dikembalikan.

"Saya menganggap ini sebenarnya persoalan yang masih bisa diselesaikan secara baik. Jadi ini artinya adalah kesalahpahaman biasa antara pemberi kerja dengan pekerja," ujar Deolipa Yumara kuasa hukum Herawati di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2025).

Baca juga: ART Baru Erin jadi Saksi dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Herawati, Ketakutan saat Diperiksa Polisi

Senada dengan kuasa hukumnya, Herawati menegaskan dirinya tidak menutup pintu perdamaian. Namun, ia berharap ada itikad baik dari pihak Erin Wartia untuk mengembalikan seluruh hak miliknya.

"Ya sebenarnya sih bersedia memaafkan, yang penting kan ada iktikad baiknya dari pihak sana, terus ya dikembalikanlah hak-hak saya," kata Herawati.

Wanita yang akrab disapa Hera itu kemudian merinci sejumlah barang dan hak yang menurutnya masih berada di rumah sang mantan majikan.

Ia mengaku belum menerima telepon genggam, pakaian, dompet, hingga upah kerja yang belum dibayarkan selama 28 hari.

"Saya mintanya ya haknya saya, kayak handphone, gaji yang 28 hari gitu, sama baju saya, dompet saya kan masih ada di sana semua," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Herawati lainnya, Natalius Bangun, menyebut perdamaian hanya dapat terwujud apabila kedua pihak sepakat untuk saling mencabut laporan yang telah dibuat.

Selain itu, hak-hak kliennya juga harus dipenuhi sebagai bagian dari kesepakatan damai.

"Bilamana kemudian perdamaian yang dimaksud dapat disepakati, ya salah satunya tentu saling cabut laporan masing-masing, saling memaafkan, kemudian apa yang menjadi hak klien kami diberikan," ujar Natalius.

Meski membuka peluang berdamai, Herawati mengaku kondisi psikologisnya belum sepenuhnya pulih setelah persoalan tersebut mencuat ke publik.

"Sangat trauma saya. Takutnya dapat majikan yang main tangan lagi. Saya belum siap kerja sekarang. Terus kayak udah malu, kan dia udah main buka-bukaan di media kan tentang kejelekan saya," pungkas Herawati.

 

(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved