Kabar Artis
Soroti Interaksi Anak Sarwendah dan Giorgio Antonio, Komnas Anak: Jika Lewati Batas Akan Dilaporkan
Komnas Anak menyoroti video anak Sarwendah dan Giorgio Antonio yang viral. Aspek body safety hingga etika pengasuhan ikut disinggung.
Lebih lanjut, Agustinus menyebut pendekatan yang dilakukan pihaknya tidak serta-merta langsung membawa persoalan ke ranah hukum.
Menurutnya, langkah awal yang biasanya dilakukan adalah memberikan peringatan apabila ditemukan hal yang dinilai kurang tepat.
"Mungkin kita akan peringatkan terlebih dahulu, baru mungkin kita laporkan," beber Agus.
Ia juga menekankan pentingnya etika dalam berinteraksi dengan anak.
Baginya, setiap orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak tetap merasa aman dan terlindungi dalam setiap situasi.
"Saya kira ada etika di situ, ya termasuk untuk melindungi anak-anak kita tentunya."
Dalam pandangannya, konsep body safety atau keamanan tubuh anak perlu menjadi perhatian utama.
Anak harus memahami bagian tubuh mana yang bersifat pribadi dan perlu dijaga, sementara orang dewasa juga harus menghormati batasan tersebut.
"Mana body safety ya. Misalnya bagian dada, bagian belakang ya. Nah, itu juga harus kita perhatikan," pungkasnya.
Baca juga: Kuasa Hukum Ruben Onsu Singgung Alasan Sarwendah Persulit Kliennya Bertemu Anak: Lucu Ini
Lita Gading Soroti Kedekatan Anak Sarwendah dengan Giorgio Antonio
Sebelumnya, psikolog Lita Gading juga turut mengomentari hal serupa.
Melalui unggahan di Instagramnya, @litagading, Psikolog Klinis ini menyampaikan kekhawatirannya terkait tayangan yang memperlihatkan anak terlibat dalam aktivitas tersebut.
Menurut Lita, orang tua perlu lebih berhati-hati dalam menjaga batasan interaksi anak dengan orang dewasa yang bukan bagian dari keluarga inti.
"Plis Sarwendah, hati-hati sama anak perempuan, tolong dong ada batasannya," ujar Lita Gading, dikutip Tribunnews, Senin (8/6/2026).
CEO dari Lita Gading Consultant ini juga menyoroti fakta bahwa momen tersebut ditampilkan di tengah aktivitas promosi yang berkaitan dengan konten media sosial.
"Jangan seperti itu, apalagi lagi mempromosikan endorsmentnya," katanya.