MotoGP

Senjata Anyar Casey Stoner

Casey Stoner kembali unjuk gigi dengan meraih catatan waktu terbaik di sesi uji coba menuju kompetisi 2012, di Sirkuit Sepang

Senjata Anyar Casey Stoner
AFP/MOHD RASFAN
Pembalap Honda Repsol Casey Stoner dari Australia saat melintasi tikungan di hari pertama uji coba pra-musim MotoGP di Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur, Selasa (28/2/2012).

TRIBUNNEWS.COM - Juara dunia MotoGP musim lalu, Casey Stoner kembali unjuk gigi dengan meraih catatan waktu terbaik di sesi uji coba menuju kompetisi 2012, di Sirkuit Sepang, kemarin. Pada sesi II, pembalap asal Australia tersebut menuai waktu 2 menit 1,761 detik, yang diperolehnya pada putaran akhir dari total delapan lap yang dilahapnya.
    
Pencapaian tersebut sebenarnya kalah cepat dibanding sesi uji coba I, yang menuai 1 menit 59,607 detik. Namun, tetap saja selisih waktu dengan pesaingnya cukup jauh, yakni nyaris 0,3 detik, dari rekan setimnya, Dani Pedrosa, yang melahap 16 lap.
    
Di posisi ketiga, ada Jorge Lorenzo dari Yamaha dengan catatan 2 menit 2,436 detik, yang dicapainya pada lap ke-14 dari 15 lap. Dua pembalap yang melengkapi posisi lima besar adalah Ben Spies dengan 2 menit 2,819 detik dan Alvaro Bautista dari San Carlo Honda Gresini, yang mencatat 2 menit 2,169 detik.
    
Seperti dirilis MCN, secara khusus Casey Stoner memuji penampilan kuda besinya, Honda RC213V. Baginya, titik keunggulan tunggangannya terletak pada stabilitas titik rem, yang berasal dari kualitas rem terbaik. "Perbedaan antara 1000 cc dan 800 cc tidak terlalu banyak. Hanya saja, kali ini performa rem yang dimiliki RC213V luar biasa. Saya bisa menekan dengan titik terdekat yang optimum, sehingga tak banyak kehilangan waktu. Ini menjadi hal yang sangat penting mengingat musim depan, penempatan dan keputusan untuk menggunakan rem sangat penting," sebut Stoner.
    
Sistem rem yang bagus berasal dari pengembangan kru teknik Honda, baik untuk motor Stoner ataupun Pedrosa. Hal tersebut langsung terlihat, saat duo Honda berhasil mendominasi sesi II di Sepang, plus keberadaan Alvaro Bautista yang juga menggenjot Honda, meski dengan spesifikasi tim satelit.
    
"Rem membuat peranan ban menjadi lebih bagus sehingga saat menuju titik pengereman, saya bisa mendapatkan posisi terbaik. Rem depan meningkatkan stabilitas, padahal di bagian belakang sudah sangat bagus. Teknologi yang dikembangkan tim membuat tanganku tidak sakit saat membantu pengereman manual. Hebatnya, teknologi yang kami miliki membuat rem justru membantu motor untuk melesat selepas menikung," beber Stoner.
    
Motor RC213V memang dianggap sebagai terobosan tercepat di level 1000 cc. Sistem adaptasi yang bagus dan terencana, memberi keuntungan bagi Stoner dan Pedrosa. Tak heran, musim depan mereka tetap dijagokan sebagai yang terbaik. Secara umum, panjang RC213V mencapai 2,052 meter, lebar 645 milimeter dan tinggi 1,110 milimeter.
    
Jarak antarsumbu roda hanya 1,435 milimeter, jarak dengan aspal sekitar 115 milimeter dan bobot lebih dari 157 kilogram. Tipe mesin memakai pendingin cair, 4 stroker, DOHC 4 Valve dengan konfigurasi mesin V-4. Tipe frame sangat ringan dan elastis karena berbahan  Aluminum Twin-tube.

"Teknisiku menambah bobot motor lebih dari 4 kilogram, namun semua itu menjadi masalah karena stabilitas motor bisa terjaga. Justru, saat mendekati titik rem, lalu melibas tikungan, kelebihan itu justru membantu. Pokoknya, begitu saya keluar tikungan, kekuatan maksimal motor ini sangat terasa," imbuh Stoner.  

Penulis: Nurfahmi Budi
Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved