Senin, 13 April 2026

Iwan Buana Ingin IMI DKI ada Perubahan yang Baik

Iwan Buana tergelitik untuk bertarung di Musda Pengprov IMI DKI Jakarta

Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sepinya minat pencalonan menjadi Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta membuat Iwan Buana tergelitik untuk bertarung di Musda Pengprov IMI DKI Jakarta yang menurut rencana akan digelar tanggal 5 Desember 2012.

Menurut Iwan, dirinya selain mendapat dukungan dari berbagai penggiat olahraga otomotif di DKI Jakarta juga terpanggil untuk membenahi IMI DKI Jakarta yang banyak dinilai oleh insan otomotif sudah tidak sehat lagi kepengurusannya.

"Saya terpanggil untuk menjadi ketua IMI DKI Jakarta karena saya menilai banyak yang harus dibenahi," ungkap Iwan Buana ditemui di Wanna B Cafe & Resto di bilangan Mayestik Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012).

Selain itu, yang mendorong mantan pengurus PP IMI Pusat ini mencalonkan diri merasa prihatin dengan nasib klub motor dan mobil yang tidak memiliki suara.

"Padahal rata-rata klub itu pun selalu lunas membayar iuran. Mereka menginginkan adanya kegiatan yang diperuntukan bagi mereka selaku anggota IMI DKI," jelas Iwan Buana.

Pencalonan Iwan untuk maju di Musda IMI DKI Jakarta hingga saat ini sudah mendapat dukungan dari 11 anggota. "Secara aturan saya tidak memenuhi syarat, tetapi kita lihat saja nanti, apakah saya harus terganjal oleh aturan tersebut yang saya nilai tidak tepat," tuturnya.

Menurut Iwan Buana, dirinya tidak setuju dengan adanya aturan yang memberikan anggota hanya kepada satu calon ketua.

"Ini sangat janggal, mengapa anggota dibatasi dalam memberi dukungan kepada bakal calon ketua, selain itu waktu sosialisasi pencalonan dinilai sangat mepet, bahkan saya dengar ada anggota yang dulu tidak memilih ketua IMI DKI saat ini tidak diundang untuk memilih calon ketua," jelas Iwan.

Dijelaskan, banyak klub IMI DKI yang tak memiliki hak suara, padahal sudah lunas membayar uang iuran. Alasannya, bayarnya telat, padahal infonya saja dua hari sebelum batas akhir pelunasan. "Jadi memang disengaja supaya mereka dinilai telat memenuhi kewajiban, anehnya uang tetap diterima tapi hak suara tak dapat," tandas Iwan Buana.

Iwan maju mencalonkan diri menjadi ketua IMI DKI Jakarta bukan tanpa program, beberapa program seperti membangun sirkuit sendiri di wilayah DKI Jakarta pun sudah disiapkan, selain itu, klub-klub motor dan mobil kegiatannya akan dihidupkan lagi.

"Saya jika terpilih akan saya hidupkan lagi kegiatan wisata, olahraga dan sosial anggota IMI DKI Jakarta, baik itu grup motor atau mobil, yang penting mereka senang dan merasa memiliki IMI DKI," selorohnya.

Iwan Buana mengaku tidak memiliki kepentingan lain selain membenahi organisasi IMI DKI Jakarta.

"Saya berharap pemilihan bisa berjalan secara fair dan jangan sampai mengarah ke aklamasi karena sebelumnya pun kita berrsama-sama mendobrak kepemimpinan Almarhum Bob Nasution agar pemilihan terbuka bisa dijalankan di PP IMI. Masa sekarang kita mau mencederai hasil kesepakatan yang kita buat bersama," urai Iwan.

Dikatakan Iwan Buana, Ketua IMI DKI mendatang juga harus berjanji agar tdak menjadi promotor seperti ketua IMI DKI saat ini karena ketua IMI itu hanya fasilitator dan bukan eksekutor yang mengarah kepada korupsi.

Dukungan Iwan Buana pun datang dari pembalap senior Rio Sarwono. "Gubernur yang bersih di DKI sudah terpilih, sekarang saatnya juga memilih Ketua IMI DKI yang bersih," kata Rio Sarwono.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved