Senin, 11 Mei 2026

Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi

Red Silanos Juara Indonesia Derby

Kuda Red Silanos dari Taliabo Stable, Maluku Utara, tak tertahan untuk menjuarai kelas bergengsi 'Indonesia Derby'

Tayang:
Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuda Red Silanos dari Taliabo Stable, Maluku Utara, tak tertahan untuk menjuarai kelas bergengsi 'Indonesia Derby' pada final seri-1 Kejurnas Pacuan Kuda ke-47 Pordasi, Minggu (7/7/2013) di arena pacuan kuda Pulo Mas, Jakarta Timur.

Red Silanos, yang dikabarkan berharga sekitar Rp. 500 juta itu, unggul beberapa detik atau sekitar dua meteran atas 'saudaranya' Pesona Juang, kuda G4 yang juga dimiliki Taliabo stable. Posisi ketiga ditempati Maharani Eclipse, keturunan G4 milik Ir.Imam Hartono dari Eclipse stable, Solo, Jateng.

Peraihan tiga besar di nomor puncak yang diikuti 12 ekor kuda ini sesuai dengan perkiraan sebelumnyaa, termasuk perhitungan Ketum PP Pordasi H.M Chaidir Saddak dan Ketua Komisi Pacuan H.M.Munawir. Walau demikian, "Masih serulah. Red Silanos tetap memperoleh perlawanan keras sampai menjelang finis," kata Eddy Saddak, sapaan akrab Ketum Pordasi itu.

"Memang sulit mengalahkan Red Silanos dalam penampilan puncaknya sekarang ini," ujar Munawir, yang juga ketua panitia pelaksana final kejurnas ini.

KUDA SUPER

Red Silanos adalah kuda super yang sebelumnya bernama Mr.O' War dari Manado dan berjenis jantan napas. Salah satu kuda kebangaan Bupati Sula, Hidayat Mus, itu terus melesat diurutan pertama sejak bendera start dikibarkan. Silanos yang ditunggangi joki S.Dedi dengan pelatih M.Udis itu tetap berada dirutan pertama disusul beberapa kuda lainnya, antaranya Rajapatni (Kalsel), Soponyono (Jatim), Aqualinus Trojan (Jabar), Mester Jos (Jatim), serta Pesona Juang dan Maharani.

Beberapa belas meter menjelang finis, dengamn Red Silanos memimpin sendirian, terjadi adu 'sprint' diantara beberapa kuda dibelakangnya dimana Pesona Juang dan Maharani mencapai finis setelah Silanos. Persaingan seru uga terjadi di kelas tiga tahun remaja jarak 1600 meter yang menyediakan hadiah total Rp. 60 juta. Diikuti 12 ekor kuda, adu 'sprint' terjadi pada beberapa puluh meter terakhir antara kuda Diamondy War di lintasan 7 dengan kuda Maco, nomor punggung 1. Keduanya mencapai finis hampir bersamaan.

Pengumuman pemenang kelas ini sempat tertunda karena adanya protes dari kubu 'Maco'. Kuda Diamondy sempat diyakini akan menjadi pemenang. Namun, dewan juri menerima protes dari Maco, sehingga kuda milik Batu Hitam Mulia (BHM) ini dinyatakan sebagai pemenang.

PERHITUNGAN POIN

Dari 14 nomor yang dilombakan, sembilan nomor atau kelas diantaranya masuk seri kejurnas. Pada perlombaan pertama seri kejurnas ini, kontingen Jatim langsung melesat dalam pengumpulan angka untuk peringkat atau ranking Pordasi, dengan merebut 18 angka. Ini menyusul keberhasilan tiga ekor kuda Jatim mencapai finis dengan mengungguli 11 kuda lainnya di nomor/kelas 2 tahun pemula C/D-1200 meter.

Tiga kuda Jatim yang menguasai kelas di atas adalah Anemoi (G3), Super Cantik, dan Cempaka Putih (G3). Perolehan angka setiap kontingen menjadi salah satu persyaratan atau kriteria untuk menentukan peserta seri-2 Kejurnas Pordasi 2013, yang akan dilangsungkan 8 dan 15 September di Arrowhead stable, Salatiga.

Kriteria lainnya, peserta diklasifisikan atas ketinggian dari masing-masing kuda, dari kelompok A hingga F. Pada seri-1 kejurnas, klasifika peserta didasarkan atas usia dari masing-masing kuda. Total ada 156 angka atau poin yang diperebutkan pada final seri-1 kejurnas Minggu ini. Rincian akumulasi perebutan ke-156 angka, adalah Pemula C/D 18 angka, Pemula A/B 21 angka, Remaja 24 angka, Derby 33 angka, 4 Tahun C/D 18 angka, 4 Tahun A/B 24 angka, dan THB Indonesia 18 angka. Kontingen yang memperoleh total-point terbanyak pada seri-1 dan seri-2 final kejurnas ini berhak memboyong Piala Bergilir Ketua Umum PP Pordasi.

HADIAH RP 325 JUTA

Dari keterangan ketua panitia pelaksana seri-1 kejurnas Pordasi ke-47 ini, H.M.Munawir, peserta resmi seri-1 kejurnas adalah 146 kuda dari 10 provinsi. Ini merupakan rekor dalam sejarah kejurnas Pordasi. Rinciannya, Sumbar (18), Riau (2), DKI Jaya (13), Jabar (11), Jateng (27), DIY (4), Jatim (32), Kalsel (20), NTT (9), dan Maluku Utara (10). Seri-1 final kejurnas Pordasi ke-47 ini menyediakan hadiah uang total Rp.325 juta.

Rinciannya, Rp 30 juta untuk lima kelas yang tak termasuk kategori kejurnas. Dan, Rp 295 juta untuk sembilan kelas seri kejurnas. Hadiah uang terbesar tentu saja dialokasikan di nomor paling bergengsi, yakni Kelas 3 Tahun Derby-2000 Meter, total Rp. 120 juta, yang diberikan oleh Ketua Umum PP Pordasi H.Muhammad Chaidir Saddak.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved